Tugas Ilmu Kamis”Kelelahan Otot”

KELELAHAN OTOT

Kelelahan otot adalah ketidakmampuan otot untuk mempertahankan tenaga yang diperlukan atau yang diharapkan. Walaupun telah banyak dilakukan penelitian terhadap kelelahan otot, namun tidak satupun dari hasil penelitian itu yang secara pesti menemukan letak dan penyebab kelelahan. Pembahasan ini akan dimulai dari pengaruh distribusi tipe serabut otot terhadap kelelahan dan kemudian akan dilanjutkan kepada kemungkinan letak dan penyebab kelelahan otot.

Pengaruh Distribusi Serabut Otot

Telah kita ketahui bahwa serabut-serabut otot FT lebih mudah lelah daripada seabut-serabut otot ST. Pada manusia satu diantara sekian banyak dimana informasi kelelahan otot dapat dicapai dengan pencatatan menurunnya puncak tegangan pada kelompok otot setelah melakukan sejumlah ulangan kontraksi yang cepat. Munurunnya puncak tegangan otot, dapat diambil sebagai ukuran dari kelelahan.

Kemungkinan Arti-arti Kelelahan

Definisi

1.lemahnya untuk kerja intelektual (intelectual performance)

2.lemahnya untuk kerja motorik

3.meningkatnya aktifitas EMG (electromyography) didalam suatu kerja

4.rendahnya frekuensi power spectrum EMG

5.kegagalan menghasilkan tenaga (force)

Persepsi yang membingungkan

1.meningkatkan suatu usaha untuk mempertahankan tenaga

2.perasaan tidak enak atau rasa nyeri karena kegiatan otot

3.merasa lemah/tidak mampu untuk menghasilkan tenaga

Kemungkinan Letak dan Penyebab Kelelahan Otot

Didalam tubuh, otot atau sekelompok otot dapat mengalami kelelahan, Karena kegagalan salah satu atau keseluruhan dari perbedaan mekanisme neuromuskuler yang terlibat didalam kontraksi otot. Kegagalan otot untuk berkontraksi secara sadar dapat terjadi karena:

  • Syaraf motor menyarafi serabut-serabut otot didalam kesatuan motor untuk mengirimkan rangsangan-rangsangan persyarafan (nervous impulses)
  • Persimpangan neuromuskulur (neuromuscular junction) memancarkan-memancarkan rangsangan persyarafan dari saraf motor keserabut-serabut otot.
  • Mekanisme kontraktil itu sendiri untuk menghasilkan tenaga.
  • System syaraf pusat, seperti otak dan spinal cord memulai dan memancarkan rangsangan-rangsangan persyarafan ke otot.

Kelelahan pada Neuromuscular Junction

Menurut Claman, H.P,dkk.(1979) dan Komi,P.V.dkk.(1979) banyak bukti0bukti yang mendukung dan menentang bahwa kelelahan otot local disebabkan oleh kegagalan neuormuscular junction. Bentuk kelelahan ini nampaknya lebih umum terjadi pada kesatuan motor FT dan boleh dianggap sebagian terbesar kelelahan dari serabut-serabut ST. Kegagalan dari neuromuculur junction untuk memancarkan rangsangan-rangsangan persyarafan ke serabut-serabut otot adalah factor terbesar yang menyebabkan penurunan pengiriman bahan-bahan kimia, asetilkolin dari akhiran syaraf (nervending).

Kelelahan dalam mekanisme kontraktil

Beberap faktor yang terlibat didalam kelelahan itu adalah mekanisme kontraktil itu sendiri. Beberapa diantaranya:

1.         Penumpukan Asam laktat

Terjadinya kelelahan otot yang disebabkan oleh penumpukan asam laktat telah lama dicurigai. Bagaimanapun juga, orang menentukan hubungan antara penumpukan asam laktat pada intramuskkuler dengan munurunnya puncak ketegangan (ukuran dari kelelahan). Pendapat bahwa penumpukan asam laktat menyertai didalam proses kelelahan selanjutnya diperkuat oleh fakta dimana dua mekanisme  secara fisiologis yang karena asam laktat menghalang-halangi fungsi otot, kedua mekanisme terebut tergantung pada efek asam laktat pada pH intraseluler atau konsentrasi ion hydrogen (H+). (Stauss, R.H.1979),

Dengan meningkatnya asam laktat konsentrasi H+ meningkat dan pH menurun. Di lain pihak, peningkatan konsentrasi ion H+ menghalang-halangi proses rangkaian eksitasi, oleh menurunnya sejumlah Ca2+ yang dikeluarkan dari reticulum sarkoplasma dan gangguan kapasitas meningkat Ca2+ – troponin. Peningkatan konsentrasi ion H+ juga menghambat kegiatan fosfofruktukinase, enzim kunci yang terlibat dalam anaerobik glikolisis.

2.         Pengosongan Penyimpanan ATP dan PC

Karena ATP merupakan sumber energi secara langsung untuk otot, dan PC dipergunakan untuk resintesa ATP secepatnya, pengosongan fosfagen intraseluler mengakibatkan kelelahan. Dapat disimpulkan bahwa kelelahan tidak berasal dari rendahya konsentrasi fosfagen didalam otot (Fox E.L 1989). Penurunan yang paling besar didalam konsentrasi ATP dan PC terjadi pada dua menit pertama kontraksi otot, sebeum penurunan pada puncak tegangan otot. Ketika otot telah mencapai puncak kelelahan (setelah 15 menit kontrasi). Masih tersisa 76% konsentrasi ATP waktu istirahar yang tersedia untuk otot. Tambahan pula bahwa konsentrasi ATP dan PC meningkat sangat cepat sekali didalam beberapa menit  pada masa pulih asal(recovery).selanjutnya sebagai indikasi terpakainya fosfagen dan kelelahan otot tidal mempunyai korelasi yang tinggi. Meskipun keterangan yang dulu menyatakan, bahwa kemungkinan ATP dan PC tetap terlibat didalam proses kelelahan tidak dapat sepenuhnya ditinggalkan (Fox. E.L, dkk, 1989 dan Strauss, RH, 1979).

3.         Pengosongan Simpangan Glikogen Otot

Simpanan glikogen otot didalam beberapa serabut (terutama serabut otot ST) hamper seluruhnya dikosongkan karena pengosongan glikogen demikian hebatnya, sehingga menyebabkan kelelahan kontraktil.

Seperti halnya asam laktat dan kelelahan, hubungan sebab akibat antara pengosongan glikogen otot dan kelelahan otot tidak dapat ditentukan  dengan tegas. Faktor-faktor lain yang berhubungan kelelahan selama periode latihan yang lama ( Fox EL dkk,1989) yaitu

  • Rendahnya tingkat / level glukosa darah, menyebabkan pengosongan cadangan glikogen hati.
  • Kelelahan otot local disebabkan karena pengosongan cadangan glikogen otot.
  • Kekringan (dehidrasi) dan kurangnya elektrolit, menyebabkan temperatur tubuh meningkat.
  • Rasa jenuh.

4)         Faktor-faktor lain

Beberapa faktor lain sebagai tambahan, tetapi kirang diperhatikan yang mungkin mempunyai andil terhadap kelelahan otot adalah kurangnya oksigen dan tidak memadainya aliran darah diserabut-serabut otot.

System Syaraf Pusat dan Kelelahan Otot Lokal

Mungkin penelitian terakhir adalah peranan komponen system syaraf pusat terhadap kelelahan otot local yang dilakukan oleh Dr Erlina dkk (Astrand, P.O, dkk 1986). Periode-periode istirahat aktif terdiri dari kegiatan apa yang disebut sebagai pengalihan kegiatan seperti menampilkan kegiatan fisik dengan tanpa melelahkan otot.Eksperimen-eksperimen didalam seri-seri yang sama pada studi tersebut itu menunjukkan hasil yang sama  yang dicapai bila:

Pengalihan kegiatan dilakukan secara simultan dengan masa-masa kerja yang melelahkan

Sirkulasi darah keotot yang terlibat didalam latihan yang dialihkan tertutupi/terserap

Pekerjaan mental  dipakai sebagai pengalihan kegiatan

Pekerjaan yang melelahkan dilakukan dengan membandingkan  antara mata terbuka dengan mata tertutup {lebih banyak kerja yang dilakukan dengan mta terbuka (Strauss, R.H, 1979)}. Hasil ini menyimpulkan bahwa pulih asal dari kelelahan otot lokal adalah dipengaruhi oleh faktor system syaraf dan tidak tergantung kepada aliran darah local.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s