Permasalahan Pembelajaran Atletik SeKolah Dasar “Tolak Peluru”

Pembelajaran atletik pada sekolah dasar sangat dibutuhkan karena pembelajaran atletik dapat membangun kerja sama dan rasa sportifitas antar siswa. Di samping itu pembelajaran dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat pantang menyerah. Namun pada kenyataannya pembelajaran atletik di sekolah dasar bagi siswa kurang menarik. Banyak siswa beranggapan proses pembelajaran atletik masih terpaku pada pembelajaran yang asli sehingga para siswa kurang tertarik akan pembelajaran yang diberikan. Para pendidik masih saja yang menyamakan proses pembelajaran dengan anak SMP. Padahal siswa sekolah dasar masih membutuhkan proses pembelajaran yang aktif, menarik, dan menyenangkan. Para pendidik seharusnya dapat memodifikasi alat yang digunakan serta memberi variasi pada teknik dasar sesuai usia anak sekolah dasar.

Pada teknik dasar yang diajarakan untuk anak sekolah dasar seharusnya disesuaikan dengan usia tersebut. Dan tanpa mengesampingkan teknik dasar yang ada. Para pendidik dapat memodifikasi dengan cara memberi variasi pada teknik dasar tersebut. Dalam hal ini dikhususkan pada pembelajaran atletik tolak peluru untuk siswa sekolah dasar kelas IV semester II. Para pendidik dapat memberikan teknik dasar yang sudah di variasikan dengan permainan anak-anak seperti: kedua siswa menempelkan kedua tangan mereka ke depan atas kira-kira 45 derajat dan saling mendorong atau saling menolak. Ada juga dengan cara mengayunkan tangan dari bawah ke depan atas kira-kira 45 derajat. Sehingga dengan adanya teknik dasar yang dibuat permainan anak-anak diharapkan siswa sekolah dasar dapat tertarik akan pembelajaran.Dalam mempermudah penyampaian materi teknik dasar  para pendidik dapat memodifikasi alat tolak peluru yaitu peluru yang digunakan untuk pembelajaran. Dengan adanya alat yang  sudah dimodifikasi diharapkan siswa dapat tertarik untuk mengikuti proses pembelajan yang diberikan. Dalam hal ini peluru pada tolak peluru dibuat menyerupai yang asli, tetapi ukuran dan beratnya tidak sama karena  disesuaikan dengan usia siswa sekolah dasar. Peluru yang digunkan berupa bola plastik berukuran sebesar bola kasti, bola yang serupa tetapi diisi air, balon udara yang diisi air, dan kaleng bekas yang disusun sebagai sasaran peluru yang akan ditolak. Peluru dan kaleng yang sudah dimodifikasi dicat agar menarik minat siswa untuk mengikuti pembelajaran atletik tolak peluru.

Dengan adanya pembelajaran tolak peluru pada anak sekolah dasar diharapkan agar proses pembelajaran dapat menjadi PAKEM.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s