Latihan Psikotes 1

Latihan Psikotes 1
Analogi Verbal (Korelasi Makna)
Latihan psikotes analogi verbal ini ditujukan untuk melihat pemahaman anda terhadap hubungan
antar kata. Dampak positifnya adalah kemampuan memahami permasalahan.
Petunjuk Soal :
Pilihlah satu jawaban yang paling tepat pada kata-kata yang disediakan. Kemudian, kotak di
depan nomor soal, diisi dengan huruf a, b, c, atau d sebagai pilihan jawaban anda. Kerjakan
dengan cepat dan teliti, karena waktu yang diberikan cukup terbatas, yaitu 15 menit. Oleh karena
itu, dalam latihan ini hendaknya anda menghitung sendiri waktunya. Bila kurang dari 15 menit, cek
kembali jawaban anda. Bila sudah 15 menit, maka segera berhenti.
— Selamat Berlatih —
Silakan pilih jawaban di bawah ini
1.  Mobil – Bensin = Pelari – ….   a. Makanan   b. Sepatu   c. Kaos   d. Lintasan
2.  Dingin – Selimut = Hujan – ….   a. Air   b. Payung   c. Dingin   d. Basah
3.  Semir – Sepatu = Sikat – ….   a. Kuku   b. Rambut   c. Televisi   d. Gigi
4.  Kepala – Pusing = Perut – ….   a. Batuk   b. Pilek   c. Mules   d. Gemuk
5.  Bugil – Pakaian = Gundul – ….   a. Botak   b. Kepala   c. Cukur   d. Rambut

6.  Kayu – Pohon = Emas – ….   a. Tambang   b. Perhiasan   c. Mahal   d. Logam
7.  Saya – Kami = Dia – ….   a. Kamu   b. Mereka   c. Anda   d. Kita
8.  Kumis – Kucing = Belalai – ….   a. Ular   b. Harimau   c. Gajah   d. Hidung
9.  Reguler – Senin = Karyawan – ….   a. Selasa   b. Rabu   c. Minggu   d. Jumat
10. Busur – Panah = Senapan – ….   a. Peluru   b. Senjata   c. Berbahaya   d. Tembakan
11. Ayah – Anak = Pohon – ….   a. Daun   b. Tunas   c. Ranting   d. Akar
12. Es – Dingin = Gula – ….   a. Bubuk   b. Kristal   c. Tebu   d. Manis
13. Pintar – Belajar = Bodoh – ….   a. Cerdas   b. Rajin   c. Dosen   d. Malas
14. Terbang – Burung = Jalan – ….   a. Jauh   b. Singa   c. Lebah   d. Kupu-kupu
15. Mobil – Roda = Rumah – ….   a. Pondasi   b. Tanah   c. Jendela   d. Atap
16. Bulan – Bumi = Yupiter – …   a. Venus   b. Orbit   c. Matahari   d. Bulan
17. Februari – April = Mei – ….   a. Juli   b. Agustus   c. September   d. Oktober

18. Ekspor – Pergi = Impor – ….   a. Luar   b. Dagang   c. Masuk   d. Asing
19. Mobil – Bensin = Perahu – ….   a. Laut   b. Angin   c. Ombak   d. Kayu
20. Mikroskop – Mikroba = Teleskop – ….   a. Bakteri   b. Bioskop   c. Teropong   d. Bintang
21. Baju – Kancing = Pintu – ….   a. Kayu   b. Besi   c. Kayu   d. Kunci
22. Jam – Menit = Menit – …   a. Waktu   b. Jam   c. Detik   d. Hari
23. Obat – Apotik = Pakaian – ….   a. Butik   b. Binatu   c. Baju   d. Celana

24. Sendok – Makan = Silet – ….   a. Tajam   b. Potong   c. Bahaya   d. Hitam
25. Data – Disket = Uang – ….   a. Kaya   b. Bank   c. Duit   d. Logam
26. Siang – Matahari = Malam – ….   a. Bintang   b. Gelap   c. Bulan   d. Awan
27. Haus – Minuman = Terang – ….   a. Gelap   b. Putih   c. Benderang   d. Lampu
28. Mahkota – Raja = Helm – ….   a. Plastik   b. Peragawan   c. Ratu   d. Pilot
29. Rokok – Asbak = Air – ….   a. Selokan   b. Ember   c. Selang   d. Keran
30. Air – Haus = Nasi – ….   a. Goreng   b. Lapar   c. Beras   d. Rames
31. Komputer – Listrik = Mobil – ….   a. Roda   b. Mesin   c. Bensin   d. Onderdil
32. Sepatu – Kaki = Topi – ….   a. Tangan   b. Kaki   c. Bulat   d. Kepala
33. Telepon – Pulsa = Pertunjukan – ….   a. Uang   b. Bioskop   c. Harga   d. Karcis
34. Anting – Telinga = Gelang – ….   a. Leher   b. Emas   c. Tangan   d. Jari
35. Beo – Suara = Sapi – ….   a. Bulu   b. Daging   c. Suara   d. Warna
36. Lebah – Madu = Cendrawasih – ….   a. Bulu   b. Burung   c. Daging   d. Suara
37. Bersih – Kotor = Tinggi – ….   a. Rendah   b. Jangkung   c. Jauh   d. Dekat
38. Nasi – Beras = Tape – ….   a. Nanas   b. Ubi   c. Pisang   d. Gandum
39. Tambang – Emas = Laut – ….   a. Badai   b. Kapal   c. Nelayan   d. Karang
40. Anjing – Binatang = Apel – ….   a. Vitamin   b. Merah   c. Buah   d. Segar

41. Perusahaan – Karyawan = Sekolah – …   a. Pengawas   b. Pelajar   c. Ujian   d. Kelas
42. Televisi – Gambar = Radio – ….   a. Listrik   b.Penyiar   c. Suara   d. Merdu
43. Telepon – Komunikasi = Sepeda – ….   a. Roda   b. Lomba   c. Cepat   d. Transportasi
44. Kertas – Pena = Dinding – ….   a. Kuas   b. Dempul   c. Amplas   d. Cat
45. Film – Oscar = Bulutangkis = ….   a. Olahraga   b. Cina   c. Piala   d. Sudirman
46. Lapar – Makan = Gatal – ….   a. Bentol   b. Semut   c. Garuk   d. Luka
47. Datang – Pergi = Akhir – ….   a. Awal   b. Kemudian   c. Setelah   d. Zaman
48. Sutra – Ulat = Madu – ….   a. Manis   b. Lebah   c. Hutan   d. Bunga
49. Darat – Mobil = Udara – ….   a. Angin   b. Terbang   c. Perahu   d. Pesawat Terbang
50. Pisang – Buah = Sapi – ….   a. Banteng   b. Gemuk   c. Binatang   d. Kulit
Sumber : PT. Gilland Ganesha, CV Flamboyan, CV Laris, Yayasan KPT, bursa-kerja.ptkpt.net, gilland-ganesha.com, ptn-pts.org, lowongan-kerja.net,
kerja.biz, indonesia-info.net, flamboyan.co.id, laris.co.id, lowongan-kerja.kpt.co.id, beasiswa.ptkpt.net, pekerjaan.net, dsb.

A Thousand Years Lyrics

A Thousand Years Lyrics
Christina Perri
heartbeats fast
colors and promises
how to be brave
how can i love when i’m afraid to fall
but watching you stand alone
all of my doubt suddenly goes away somehow
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more

time stands still
beauty in all she is
i will be brave
i will not let anything take away
what’s standing in front of me
every breath
every hour has come to this
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i love you for a thousand more

one step closer
one step closer

i have died everyday waiting for you
darling don’t be afraid i have loved you
for a thousand years
i love you for a thousand more

and all along i believed i would find you
time has brought your heart to me
i have loved you for a thousand years
i love you for a thousand more

makalah sport massage

Makalah

SPORT MASSAGE

Tugas Makalah untuk Memenuhi Mata Kuliah Massage Olahraga yang dibimbing Bpk. Drs. I Nengah Sudjana. M,Kes dan Bpk Drs. Usman M.Pd.

 

 

Oleh:

Bambang Nurdiansyah           (108711415471)

JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2011

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami curahkan kehadirat Allah Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah Sport Massase ini dengan baik. Sport massage memang penting bagi semua orang khususnya olahragawan. Pelaksanaan massage seluruh tubuh diberikan pada setiap bagian tubuh. Urutan pelaksanaannya dapat dilakukan dengan beberapa cara, tergantung dari bagian tubuh mana yang perlu mendapat massage.

Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak I Nengah Sudjana dan Bapak Usman selaku dosen pembimbing mata kuliah Massase Olahraga

Kami menyadari bahwa buku ini mungkin jauh dari sempurna, tapi paling tidak penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik. Untuk itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca terutama mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan. Amin.

 

 

 

 

Malang, 28 Maret 2011

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Sejak zaman purba manusia telah mengenal massage dengan berbagai macam ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan mereka yang berupa tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih ada hingga saat ini.

Pengetahuan tentang massage tidak tercipta dari satu atau beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang, tetapi adalah hasil dari pengalaman pemikiran dan penelitian orang zaman ke zaman.

Pijatan atau yang lebih dikenal dengan massase ini memiliki beberapa jenis diantaranya massase untuk umum atau yang biasa kita lakukan, massase kecantikan yang biasanya ada di salon-salon kecantikan yang gunanya untuk merawat bagian tubuh agar terlihat lebih cantik dengan pijatan, dan yang kita bahas sekarang adalah massase olahraga (sport massase) yang biasa dilakukan pada atltit atau olahragawan.

Massase olahraga ini  sebenarnya diperuntukkan bagi orang-orang sehat. Sport Massage umumnya dilakukan sebelum, pada saat, dan setelah berolah raga, atau kapan pun dimana anda mengalami kelelahan otot.
Pemijatan justru tak boleh langsung dilakukan setelah anda mengalami cidera yang serius. “Lakukan tindakan RICE – Rest (istirahat), Ice (kompres dengan es), Compress (Penekanan) dan Elevation (Peninggian). Bagian yang cidera tak boleh dipijat setidaknya selama 2 x 24 jam,”

. Pijat jenis ini dilakukan terutama di bagian tubuh yang banyak bekerja dengan mempergunakan manipulasi pijatan shaking, tapotement, petressage, friction dan stretching. Massage bagi atlet dilakukan di antara pertandingan dengan tindakan yang diberikan saat istirahat di kamar ganti pakaian atau di bangku istirahat. Fokus pijatan adalah tungkai atas, tungkai bawah, bahu dan tangan kiri kanan.

 

1.2  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sejarah perkembangan sport massage?
  2. Apa pengertian dan tujuan massage dan sport massage?
  3. Apakah factor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan?
  4. Bagaimana perlengkapan dan pengaturan ruang massage?
  5. Apa saja hal-hal yang harus dimiliki sport masseur?
  6. Apa saja manipulasi massage dan tujuannya?

 

1.3  Tujuan

  1. Mengetahui sejarah perkembangan sport massage.
  2. Mengetahui pengertian dan tujuan massage dan sport massage.
  3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan.
  4. Mengetahui perlengkapan dan pengaturan ruang massage.
  5. Mengetahui hal-hal yang harus dimiliki sport masseur.
  6. Mengetahui manipulasi massage dan tujuannya.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

2.1 Sejarah perkembangan sport massage.

Sejak zaman purba manusia telah mengenal massage dengan berbagai macam ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan mereka yang berupa tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih ada hingga saat ini.

Pengetahuan tentang massage tidak tercipta dari satu atau beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang, tetapi adalah hasil dari pengalaman pemikiran dan penelitian orang zaman ke zaman. Bangsa Indonesia pun sudah berabad-abad mengenal massage sebagai suatu cara pengobatan tradisional, yang dalam sehari-hari disebut pijat atau lutut.

Sport massage tercipta seiring  dengan perkembangan pengetahuan massage dan olahraga, dari zaman satu ke zaman yang lainnya. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa pengetahuan massage itu sendiri adalah dari pengetahuan physiotherapy.

Secara kronologis, dari hasil penemuan para ahli yang dapat dikumpulkan tentang sejarah perkembangan sport massage, terdapat pokok-pokok garis besar seperti uraian di bawah ini:

Bangsa Cina Purba

Dari buku-buku yang dianggap suci oleh bangsa Cina purba diantaranya buku KONG FU (kira-kira 3000 th SM), terdapat tulisan-tulisan yang menyatakan bahwa bangsa Cina purba pernah melakukan massage dan senam sebagai cara untuk pengobatan (Heilgymnas).

Bangsa India

Sebuah buku peninggalan bangsa India “ Veda” (kira-kira th 1800 SM) dari salah satu bab yang berjudul Ayur, terdapat ulasan panjang lebar tentang kesehatan, massage dan senam penyembuhan. Di antaranya terdapat sebuah kalimat yang berbunyi : Bangun pagi-pagi, cuci mulut,menggosok seluruh tubuh kemudian melakukan senam pagi.

 

Bangsa Mesir dan Persia purba

Dari peninggalan-peninggalan benda-benda relief bangsa Mesir maupun bangsa Persia purba dapat disimpulkan bahwa mereka telah mengenal massage. Untuk merawat kulit, bangsa Mesir purba menggosok tubuhnya dengan lumpur yang berasal dari sungai nil  dan kemudian berjemur dalam terik matahari.

Bangsa Yunani Purba

Bangsa Yunani purba memiliki ahli-ahli massage, yang sedikit banyak mewariskan pada kita tentang pengertian-pengertian massage yang dilakukan orang pada saat itu. Bangsa Yunani menyebut massage dengan kata “Anatripsi”.

Seorang dokter yang terkenal pada saat itu, Hypocrates (460-377 SM), banyak mengemukakan tulisan-tulisan mengenai soal-soal medis dan massage. Di antara hasil karyanya ialah sebuah buku yang berjudul GYMNASTICA.

Dokter lainnya ialah Gaelenos (kira-kira 131 th SM), membawa dan menyebarkan pengetahuan massage ke Roma sehingga bangsa Roma banyak meniru bangsa Yunani. Sport massage menjadi lebih popular lagi dengan adanya pertandingan-pertandingan Gladiator.

Abad ke-sembilan belas

Pada awal abad ke-  19 tidak terdapat kemajuan yang berarti bagi perkembangan yang berarti bagi perkembangan massage. Pada saat itu seorang dokter bangsa Belanda bernama John G Mezger (th 1838-1909) banyak mempelajari buku-buku ciptaan Ling dan ahli-ahli bangsa Perancis diantaranya Tissot (th 1780) dan dr. Hildebrand. Sebagai masseur beliau dianggap berhasil dengan benyaknya pendeta yang berdatangan dari segala penjuru untuk meminta pertolongannya. Bahkan banyak pula dari kalangan keluarga kerajaan. Percobaan-percobaan selanjutnya banyak dilakukan dalam bidang massage, itulah permulaan pemikiran terhadap pengetahuan massage secara ilmiah. Usaha tersebut dilanjutkan oleh Prof. Kirchberg yang kemudian menerbitkan buku spor massage.

Akhir abad Sembilan belas

Pada akhir abad ini sport massage berkembang semakin meluas dan popular, terutama di negara Eropa dengan banyaknya didirikan lembaga-lembaga pendidikan sport massage. Secara resmi Belanda untuk pertama kalinya menyelenggarakan ujian sport mssage pada tahun 1965, atas kerjasama dengan beberapa pimpinan organisasi olahraga, antara lain Ministeris Van Cultuur, Recretie en Maatschappelijk Werk dan Nederlanndsche gennootschap Voor Heilgymnastiek, masase en Physiotherapie. Di Amerika sport masseur mulai dikenal oleh umum sejak tahun 1865 sewaktu diadakan pertandingan football yang pertama antar sekolah lanjutan.

Di Indonesia sport massage bertambah populer lagi di kalangan atlit pada pemusatian latihan Nasional Asian Games IV, Ganefo I, Olympiade Tokyo, maupun di PON. Dengan demikian maka pengetahuan tentang sport massage merupakan suatu keterampilan khusus  di dalam olahraga Indonesia.

 

2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan.

Tidak semua pelaksanaan massage dilakukan sama. Pemberian massage pada atlit tergantung dari banyak factor. Antara lain:

  1. Cabang olahraga yang dilakukan.

Untuk memberikan massage perlu mengetahui lebih dahulu tentang ccabang olahraga yang diikuti oleh atlit yang bersangkutan. Massage yang diberikan pada atlit tenis meja, tennis, dan bulutangkis lebih banyak ditujukan pada otot-otot persendian bahu. Sedangkan pada pemain sepakbola, atlit pelari, pelompat, perhatian kita curahkan pada massage otot-otot tungkai.

  1. Kondisi tubuh atlit.

Kondisi tubuh atlit tidak terlalu dalam keadaan baik, kadang-kadang otonya terasa halus dan elastis bila dipegang, tetapi tidak jarang pula ada atlit yang ototnya keras dan terasa sakit saat dipegang. Oleh karena itu perlu adanya pemberian massage.

  1. Kontra indikasi terhadap massage

Adanya faktor ini perlu perhatian kita lebih teliti sebab kemungkinan besar atlit menderita suatu penyakit yang merupakan kontra indikasi terhadap massage. Bila massage diberikan kemungkinan dapat menambah parahnya penyakit yang diderita. Oleh sebab itu, sebelum member massage perlu diketahui mengenai status kondisi atlit, dengan mempelajari Kartu Kesehatan atlit ( dari dokter) terlebih dahulu.

  1. Waktu
  1. Bila di dalam waktu setengah jam terdapat lima atlit yang harus dimassage lokal, artinya hanya sebagain anggota tubuh yang paling aktif saja yang dimassage.
  2. Sesunggunhya tidak ada batasan waktu tertentu untuk melakukan massage. Setelah dimassage sebaiknya istirahat sejenak dan tidak melakukan pekerjaanyang membutuhkan tenaga besar.
  3. Frekwensi pemberian massage sebenarnya tidak terikat pada batas waktu tertentu sebagai berikut:

Massage anggota tubuh bagian bawah     : 15 menit

Massage anggota tubuh bagian  atas         : 10 menit

Massage punggung                                   : 10 menit

Massage dada dan perut                           :   5 menit

  1. Cuaca

Keadaan cuaca mempunyai pengaruh besar terhadap pemberian massage. Misalnya, berolahraga di daerah yang beriklim dingin akan lebih banyak mengalami cedera pada otot dibandingkan dengan berolahraga di daerah tropis.

 

 

2.3 Perlengkapan dan pengaturan ruang massage

Perlengkapan-perlengkapan lain yang dibutuhkan di dalam ruang massage adalah:

1.Bangku massage lengkap.

Ukuran panjang 190 cm, lebar 65 cm, tinggi 76 cm, dan ukuran bangku jangan terlalu tinggi, mengingat bahwa massage selain tekanan kedua tangan dibutuhkan bantuan berat badan.

2. bantal untuk landasan kepala

3. guling besar untuk landasan lutut.

4. guling kecil untuk landasan kaki

5. selimut atau handuk besar untuk penutup bagian yang tidak dimassage.

6. handuk kecil untuk pembasuh keringat.

7. Waskom untuk tempat cuci tangan.

8. kursi masseur.

9. termos panas dan dingin.

10. lemari untuk obat-obatan.

11. masator (alat pijat listrik)

12 vibrator

Suatu alat untuk membantu massage khusus digunakan untuk fibriomassage (menggetar),dalam hal ini yang dimaksud adalah elektrovibrasi.

13. bahan pelincir (Lumbricant)

Penggunaan bahan pelincir untuk massage sangat dibutuhkan untuk mempelancar pelaksanaan beberapa manipulasi. Penggunaan bahan pelincir sebaiknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. mudah dibersihkan (sesudah pelaksanaan massage)
  2. tidak mudah menguap.
  3. Tidak mengandung wewangian yang menyolok
  4. Tidak memberikan ransangan dingin.
  5. Mudah didapat dan murah harganya.

Ada beberapa bahan pelincir yang sering digunakan untuk massage antara lain:

  1. bedak talk
  2. lemak
  3. minyak.

Pengaturan ruangan sangat dibutuhkan saat melakukan pemijatan. Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Ruangan tidak boleh terlalu panas ataupun terlalu dingin.
  2. Penerangan lampu ruangan harus cukup.
  3. Ruangan massage harus bersih dan berdinding putih atau warna segar.
  4. Jendela sebagai fentilasi udara.
  5. Lantai jangan licin dan harus bersih
  6. Ruangan massage sebaiknya dilengkapi kamar mandi.

 

 

 

2.4 Sport Masseur

Sport masseur bisa juga disebut pemijat. Untuk pria biasa disebut masseur saja, sedangkan untuk wanita disaebut masseuse. Syarat utama menjadi sport masseur yaitu sehat jasmani maupun rohani dan dapat mempertanggungjawabkan segala tindakan dalam mengamalkan ilmunya. Oleh karena  itu, masseur harus memiliki beberapa pengetahuan yang berhubungan erat dengan massage, antara lain:

  1. Anatomi.
  2. Fisiologi olahraga.
  3. Kinesiologi
  4. Kesehatan olahraga.

Seorang masseur harus bisa menjaga kondisi tubuhnya agar selalu sehat dan fit, sehingga bisa melakukan tugasnya dengan baik. Biasanya, gangguan atau pengaruh massage bagi masseur antara lain:

  1. Kejang otot masseur

Adalah kekejangan yang sering terjadi pada otot lengan, akibat terlalu lama memberikan massage pada banyak pasien dengan menggunakan manipulasi yang sama.

  1. Salesma (pilek)

Gangguan ini dapat terjadi karena perubahan udara dari panas ke dingin, setelah masseur keluar dari ruangan massage.

  1. Keluhan pada kaki.

Keluhan ini disebabkan karena terlalu lama berdiri memberikan massage. Untuk mengurangi gangguan ini perlu diusahakan tempat duduk.

  1. Keluhan pada punggung

Keluhan pada punggung ini dapat terjadi karena ukuran tinggi bangku yang tidak sesuai dengan tinggi badan masseur.

  1. Kejangkitan

Mengingat bahwa dalam memberikan massage tangan masseur selalu berhubungan dengan tubuh orang lain, maka untuk mencegah kemungkinan terjangkit penyakit kulit, perlu sekalipun para masseur mensterilkan tangannya dengan air hangat atua air biasa yang dicampur dengan obat antiseptic sebelum dan sesudah melakukan massage.

Seorang masseur harus selalu memelihara tangannya dengan sebaik-baiknya dalam arti selalu kering, bersih, hangat, dan kuku harus bersih dan pendek.

 

2.5 Manipulasi massage dan tujuannya.

1. Effleurage /Stroking (Melulut Atau Menggosok)

Menggunakan jari tangan, telapak tangan, buku tangan ataupun punggung tangan. Gerakan melulut ini selalu kearah jantung, dilakukan secara kontinyu dengan tekanan menyesuaikan. Tekanan lemah bila dilakukan untuk kulit dan agak keras sampai keras untuk jaringan bawah kulit (subcutant).

Tujuan diberikan effleurage adalah untuk menetapkan kontak fisik dengan pasien agar tidak terasa asing, berdampak positif secara fisiologis dengan mempercepat pergantian metabolisme dan sangat cocok untuk treatment kecantikan.

2. Petrisage /Kneading (Meremas)

Meremas dengan jari dan tangan dimulai mengangkat, menjepit jaringan otot, mencomot dan meremas. Gerakan meremas dilakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.

Tujuan manipulasi ini untuk mengembangkan elastisitas, mengaktifkan aliran darah, memperbaiki pergantian nutrisi dan pembuangan (ekskresi), merangsang syaraf motorik,

memperbaiki fungsi otot dan sangat bagus untuk olahragawan dan pekerja keras.

3. Friction /Rubbing (Gerusan)

Menggerus dengan menggunakan jari jempol (jari yang paling kuat), kepalan tangan, pangkal telapak tangan atau dengan siku tangan.

Bertujuan untuk melancarkan system sirkulasi darah, menimbulkan hiperamia, pembesaran serabut otot dari refleks vaskuler, hormonal dan syaraf, baik untuk schele post trauma (regenerasi jaringan) dan akan mengurangi rasa nyeri otot.

4. Tapotament ( Pukulan)

Pukulan secara beruntun dan berirama dengan menggunakan pisau tangan, kepalan tangan atau menguncupkan kedua telapak tangan.

Tujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan pengeluaran nafas (ekspirasi), meningkatkan syaraf vasomotor, menimbulkan suara khas teknik sport massage dan teknik ini jangan diberikan pada otot yang terasa nyeri atau post traumatic.

5. Vibration ( Getaran)

Menggerakkan otot-otot dengan menggetarkan dengan ujung-ujung jari tangan , buku-buku tangan dan pangkal telapak tangan.

Tujuan untuk meningkatkan rasa aman dan ketenangan (sedative) dan sangat berguna untuk proses relaksasi.

6. Shaking  (Goncangan)

Menggoncang-goncangkan sekelompok otot dengan pisau tangan atau dengan telapak tangan secara berurutan antara tangan kanan dan kiri.

Tujuan untuk merelaksasikan otot, merangsang syaraf motorik, mempercepat aliran darah, dan sangat efektif untuk mengatasi kram otot.

7. Shiatsu (Menekan)

Menekan sekelompok otot dengan ibu jari atau dengan dua ibu jari , dengan kepalan tangan atau dengan siku tangan.

Tujuan untuk meningkatkan pervusi darah / aliran darah dan sangat bagus untuk meningkatkan / menaikkan tekanan darah serta untuk mengecek kekuatan otot.

8. Cabikan

Hampir Sama dengan gerakan petrisage hanya gerakan cabikan ini lebih cepat dan hanya menggunakan ujung jari tangan saja. Bertujuan untuk mempercepat sirkulasi darah, sangat bagus untuk hipotensi.

9. Sapuan

Gerakan menyapu secara bolak balik dengan menggunakan ujung jari tangan terutama pada daerah punggung (posterior), dilakukan secara berirama cepat dan bisa secara tidak beraturan gerak sapuannya.

Bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah dengan cepat dan sangat efektif untuk penderita hipotensi.

10. Tarikan

Gerakan menarik jari-jari tangan dan kaki, lengan bawah dan atas, tungkai bawah dan tungkai atas. Bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas persendian.

11. Peregangan

Gerakan meregangkan (stretching) otot-otot tertentu dengan maksud untuk mengefektifkan penanganan cedera otot, sebagai sarana warming-up dan cooling down.

12. Melipat Kulit ( Skin rolling)

Manipulasi ini dimaksudkan untuk melepaskan kulit dari jaringan ikat, dan melebarkan pembuluh kapiler (rambut) dibawah kulit. Bertujuan untuk mempertinggi tonus dan memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah dibawah kulit.

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Sport massage merupakan teknik memijat/melulut dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang lunak dengan prosedur manual ataupun mekanik yang dilaksanakan secara metodik dan ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis , profilaktik dan terapeutik/pengobatan pada tubuh. Sport massage adalah jenis pijat yang umumnya diberikan sebelum, selama, dan setelah kegiatan olahraga untuk membantu menyiapkan atlet dalam menghadapi pertandingan, untuk relaksasi otot dan mencegah cedera.

Macam-macam teknik manipulasi gerakan pada massage antara lain:

Efflurage, Petrisage, Shaking, Tapotement, Friction, Vibration, Extention, Wallken, Skin rolling, Sapuan, Peregangan, dan Cabikan.

3.2 Saran

Bagi para pembaca khususnya olahragawan disarankan bahwa sport massage sangat dibutuhkan untuk membantu menyiapkan atlet dalam menghadapi pertandingna dan untuk relaksasi otot dan mencegah cedera. Dan disarankan bagi para pembaca bahwa makalah ini kurang dari kesempurnaan maka diharapkan membantu kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR  PUSTAKA

 

Rahim . S.A. dr, Massage Olahraga, Pustaka Merdeka Cet I,1987

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sport Massage, Dit. Jen. Pendidika Luar Sekolah, Pemuda dan Olahraga Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R.I Dip. Tahun 1980/1981

Basoeki Hadi. Drs, Sulistyorini.Drs. M.Pd,2009, Sport Massage seni pijat untuk atlit/olahragawa dan umum.Tingola:Jakarta

chichibernardus. 2008. Pijat Sport. http://www.chichibernardus.com. 06 agustus

 

 

 

 

 

Rancangan Keterampilan Menjelaskan pada Pembelajaran Passing Kaki Dalam Sepakbola.

Rancangan Keterampilan Menjelaskan pada Pembelajaran Passing Kaki Dalam Sepakbola.

No.

Kegiatan

Komponen

 

Membuka Pelajaran

1.

Siswa berbaris dua bersap kemudian berhitung dan berdoa yang dipimpin oleh guru.

  • Menyiapkan siswa
  • Kejelasan ucapan
  • Kejelasan tujuan

2.

Siswa melakukan gerakan stretching dan kalestenik yang dipimpin oleh guru.

  • Gaya mengajar guru
  • Antusias siswa
  • Relevan dengan materi yang disajikan
  • Pemberian contoh
  • Kejelasan tujuan

3.

Siswa memperhatikan contoh dan mendengarkan penjelasan guru tentang teknik passing kaki dalam

ü  Gaya mengajar guru

ü  Pola interaksi guru-siswa

ü  Ikhtiar

ü  Kejelasan ucapan

ü  Kejelasan tujuan

ü  Pemberian tekanan

ü  Pemberian contoh

4.

Siswa mengajukan pertanyaan yang terkait dengan materi passing kaki dalam

  • Pola interaksi guru-siswa
  • Memberi acuan pada siswa

Inti Pelajaran

No

Kegiatan

Komponen

1.

Siswa mempraktekkan passing kaki dalam menggunakan bola dalam keadaan diam dengan formasi dua bersap saling berhadapan secara bergantian

  • Gaya mengajar guru
  • Pola imteraksi siswa-siswa
  • Minat siswa
  • Sikap tanggap
  • Kejelasan tujuan

2.

Siswa mempraktekkan passing kaki dalam dengan control bola terlebih dahulu bersama pasangannya pada jarak 5 meter.

3.

Siswa melakukan permainan balapan passing kaki dalam dari start-finish dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  • Siswa baris dua bersap saling berhadapan
  • Siswa yang berada disebelah kanan memegang bola
  • Siswa yang memegang bola melakukan passing kaki dalam kearah pasangan, lari kearah pasangan, dan passing kaki dalam lagi setelah pasangannya menghentikan bola dst.
  • Siswa  yang tidak memegang bola bertugas menghentikan bola dengan kaki dalam dan setelah itu mundur ke belakang dan seterusnya.
  • Siswa melakukan permainan secara kontinu sampai menuju finish.

 

No.

Kegiatan

Komponen

Menutup Pelajaran

1.

Siswa baris dua bersap sesuai instruksi guru

  • Gaya mengajar guru
  • Pola interaksi guru-siswa
  • Antusias siswa

2.

Siswa memperhatikan dan mendengarkan evaluasi dari guru dengan seksama

  • Gaya mengajar guru
  • Pola interaksi guru-siswa
  • Minat dan antusias siswa
  • Kejelasan pertanyaan
  • Kejelasan tujuan
  • Kejelasan ucapan
  • Penekanan mengulang
  • Balikan demonstrasi  siswa
  • Menarik kesimpulan

3.

Siswa berdoa yang dipimpin oleh guru dan kembali ke kelas setelah dibubarkan oleh guru

  • Pola interaksi siswa

 

Nama Praktekan         :  ………………………………………

NIM Praktekan           :  ………………………………………

Keterampilan Menjelaskan Pelajaran

Nama Observer           :  ………………………………………

No.

Komponen

Pemunculan

Komentar observer

Kejelasan

1.

Penjelasan ucapan

Ada/tidak

………………………………………

………………………………………

………………………………………

2.

Kejelasan tujuan

Ada/tidak

3..

Kejelasan pertanyaan

Ada/tidak

Contoh dan Ilustrasi

4.

Relevan dengan sifat penjelasan umur, pengetahuan, dan latar belakang

Ada/tidak

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

5.

Pemberian ilustrasi

Ada/tidak

Pengorganisasian

6.

Struktur kajian

Ada/tidak

………………………………………

………………………………………

7.

Ikhtiar

Ada/tidak

Penekanan

8.

Variasi suar

Ada/tidak

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

9.

Pengulangan

Ada/tidak

10.

Mimik

Ada/tidak

11.

Isyarat

Ada/tidak

12.

Gambar

Ada/tidak

Balikan

13.

Mengajukan pertanyaan

Ada/tidak

………………………………………

………………………………………

………………………………………

14.

Demonstrasi siswa

Ada/tidak

Mengevaluasi

15.

Mendemonstrasikan keterampilan

Ada/tidak

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

………………………………………

16.

Mengaplikasikan ide baru pada situasi lain

Ada/tidak

17.

Mengekspresikan pendapat siswa sendiri

Ada/tidak

18.

Soal tertulis/pertanyaan lisan

Ada/tidak

 

Makalah

Keterampilan Menjelaskan pada Pembelajaran Passing Kaki Dalam Sepak Bola

Tugas Makalah untuk Memenuhi Mata Kuliah yang dibimbing Bpk. Drs. Heru Widijoto,M.S

 

Oleh:

Bambang Nurdiansyah           (108711415471)

JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2011

remidial

REMIDIAL KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLA VOLI SISWA KELAS 8E SMPN 09 MALANG

Untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Matakuliah Pengajaran Remidial

Yang dibina oleh Drs.Mardianto,M.Kes

 

 

Oleh:

Bambang Nudiansyah             108711415471

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI

2011

 

KATA PENGANTAR

 

 

 

Segala puji kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan segala rahmat-Nya sehingga makalah pengajaran remidial ini dapat diselesaikan. Terimakasih pada semua, yang terlibat dalam pembuatan program ini. Ucapan terimakasih pertama kami ucapkan pada Bpk mardianto dan bapak Usman selaku dosen pembimbing mata kuliah Pengajaran Remidial ,  kesungguhan beliau yang selalu membina kami dalam mata kuliah pengajaran remidial, yang mana tanpa usaha yang baik, maka makalah ini tidak mungkin dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tak lupa, terimakasih pada teman-teman  karena keterlibatannya dalam hal support, bantuan, informasi dll. Kami  berharap, makalah ini dapat diterima dengan baik. Kami juga akan lebih mengembangkan lagi hasil yang sudah  diperoleh. Semoga ridho Allah SWT selalu menyertai kita. Amien.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Malang, 05 Mei  2011

 

 

 

 

 

 

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR ISI

 

 

halaman

 

KATA PENGANTAR………………………………………………………………………….

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………

DAFTAR LAMPIRAN………………………………………………………………………..

BAB I PENDAHULUAN…………………………………………………………………….

1.1 Latar Belakang Masalah………………………………………………………..

1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………

1.3 Pentingnya Pemecahan Masalah……………………………………………..

1.4 Keterampilan Passing Bawah Bola Voli

Siswa Kelas 8E SMPN 09 MALANG…………………………………………..

1.5 Ciri sisiwa yang memperoleh Kesulitan Keterampilan

Passing Bawah BolaVoli…………………………………………………………….

1.6 Sebab kesulitan passing bawah bola voli………………………………….

1.7 Alternative-alternatif pemecahan masalah………………………………..

1. Program Latihan keterampilan passing bawah bola voli

individual……………………………………………………………………………

2. Program Latihan Keterampilan passing bawah bola voli berpasangan

3. Latihan keterampilan passing bawah bola voli

kelompok kecil…………………………………………………………………….

 

BAB II KAJIAN PUSTAKA………………………………………………………………..

2.1 Sejarah permainan  bola voli…………………………………………………..

2.2 Jenis-jenis keterampilan bermain bola voli………………………………..

2.3 Tahapan  keterampilan passing bawah bola voli………………………..

2.4 Teknik latihan passing bawah bola voli……………………………………

 

 

 

BAB III PROGRAM LATIHAN SHOOTING BOLA VOLI………………….

3.1 PROGRAM LATIHAN INDIVIDUAL KETERAMPILAN

PASSING BAWAH BOLA VOLI……………………………………………..

3.1.1Rencana program latihan keterampilan

passing bawah bola voli individual…………………………………….

3.1.2 Pelaksanaan program latihan keterampilan

passing bawah bola voli individual…………………………………….

3.1.3 Evaluasi program latihan keterampilan

passing bawah bola voli individual…………………………………….

3.1.4 Pembahasan keberhasilan dan ketidakberhasilan latihan keterampilan passing bawah bola voli individual……………………………………………………………………….

3.2 PROGRAM LATIHAN INDIVIDUAL KETERAMPILAN PASSING BAWAH BOLA VOLI BERPASANGAN…………………………………………………………………….

3.2.1 Rencana program latihan keterampilan passing

bawah bola voli berpasangan…………………………………………….

3.2.2 Pelaksanaan program latihan keterampilan

passing bawah bola voli berpasangan…………………………………

3.2.3 Evaluasi program latihan keterampilan

passing bawah bola voli berpasangan…………………………………

3.2.4 Pembahasan keberhasilan dan ketidakberhasilan latihan keterampilan passing bawah bola voli berpasangan……………………………………………………………………

 

3.3 PROGRAM LATIHAN KELOMPOK KECIL………………………

3.3.1 Rencana program latihan keterampilan passing

bawah bola voli kelompok kecil………………………………………..

3.3.2 Pelaksanaan program latihan keterampilan

passing bawah bola voli kelompok kecil……………………………..

3.3.3 Evaluasi program latihan keterampilan

passing bawah bola voli kelompk kecil……………………………….

3.3.4 Pembahasan keberhasilan dan ketidakberhasilan latihan keterampilan passing bawah bola voli kelompok kecil………………………………………………………………..

BAB IV PENUTUP……………………………………………………………………………..

5.1 Kesimpulan………………………………………………………………………….

5.2 Saran…………………………………………………………………………………..

 

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………………..

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

1.1  Latar Belakang

Pendidikan jasmani dan kesehatan di sekolah dasar terfokus pada pengembangan aspek nilai-nilai dalam pertumbuhan, perkembangan dan sikap perilaku anak didik serta membantu siswa meningkatkan kesegaran jasmani dan kesehatan melalui pengenalan dan penanaman ikap positif serta melalui pengembangan gerak dasar dan berbagai aktivitas jamani.

Pendidikan jasmani dan kesehatan adalah suatu bagian dari penidikan keseruluhan yang mengutamakan aktivitas jasmani dan pembinaan hidup sehat untuk pertumbuhan dan pengembangan jasmani, mental, sosial dan emosional yang selaras, serasi dan seimbang.

Permainan bola voli adalah permainan memantul-mantulkan bola oleh tangan atau lengan dari dua regu yang bermain di atas lapangan yang mempunyai ukuran-ukuran tertentu. Untuk masing-masing regu, lapangan dibagi dua sama besar oleh net atau tali yang dibentangkan di atas lapangan dengan ukuran ketinggian tertentu. Satu orang pemain tidak boleh memantulkan bola dua kali secara berturut-turut, dan satu regu dapat memainkan bola maksimal tiga kali sentuhan di lapanganya sendiri. Prinsip bermaina bola voli adalah menjaga bola jangan sampai jatuh di lapangan sendiri dan berusaha menjatuhkan bola dilapangan lawan atau mematikan bola di pihak lawan. Permainan dimulai dengan pukulan servis dari daerah servis. Bola harus diseberangkan ke lapangan lawan melalui atas net.

Menurut subroto (2007)

Untuk bisa bermain bola voli dengan baik, maka diperlukan beberapa keterampilan teknik dasar bermaian bola voli, yaitu: (1) Keterampilan dasar memantulkan dan mengoperkan bola, (2) Keterampilan dasar memukul bola, dan (3) keterampilan dasar membendung bola. Bola yang mudah dimainkan tidak selamanya datang dari teman seregu tetapi kadangkala juga datang dari lawan, namun pada umunya datang dari teman seregu.

 

Pada permainan bola voli harus diimbangi dengan kemampuan teknik dasar yang baik dan benar. Dalam mempelajari teknik dasar perlu pemahaman yang kuat terhadap langkah-langkah pembelajaran teknik dasar. Kenyataan di lapangan tidak seperti yang diharapkan. Pada siswa kelas 8E di SMPN 09 Malang pada saat dilakukan tes keterampilan passing bawah bola voli ternyata hasil yang diperoleh ada beberapa siswa yang nilainya kurang dari SKM yang telah ditentukan. Beberapa siswa mengalami kesulitan ketika melakukan tes. Kesulitan yang dialami yaitu  pada langkah-langkah melakukan keterampilan passing bawah bola voli dan koordinasi gerakan. Kebanyakan passing yang dilakukan kurang maksimal pada perkenaan bola di lengan dan tinggi bola tidak berada di atas kepala. Oleh karena itu, untuk memperbaiki hasil yang diperoleh, seorang guru harus memberikan remidi dengan sebelumnya memberikan program dan bentuk-bentuk latihan keterampilan passing bawah bola voli terhadap siswa  terutama yang mengalami kesulitan dalam melakukan passing bawah bola voli.

 

1.2  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, maka rumusan masalah yang diperoleh yaitu:

  1. Mengapa banyak siswa kelas 8E SMPN 09 Malang mengalami kesulitan pada saat melakukan tes keterampilan passing bawah bola voli?
  2. Bagaimana bentuk-bentuk program latihan yang dapat meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli untuk siswa kelas 8E SMPN 9 Malang.

 

1.3  Pentingnya Pemecahan Masalah

Berdasarkan rumusan masalah yang telah diuraikan di atas maka dapat diperoleh tujuan yaitu

  1. Untuk mengetahui mengapa banyak siswa kelas 8E SMPN 09 Malang mengalami kesulitan pada saat melakukan tes keterampilan passing bawah bola voli.
  2. Untuk  mendeskripsikan bagaiman bentuk-bentuk program latihan yang dapat meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli.

1.4  Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Siswa Kelas 8E SMPN 09 Malang

Tes keterampilan passing bawah bola voli siswa Kelas 8E SMPN 09 Malang jumlah siswa yang mengikuti tes yaitu 22 siswa, dengan jumlah siswa laki-laki 14 siswa dan perempuan 8 siswa. Tes dilakukan secara individu dengan passing bawah dengan ketinggian di atas kepala dilakukan selama 1 menit.

Instrument Tes

Tujuan: tes yang dilakukan untuk mengukur keterampilan passing bawah bola voli

Alat yang digunakan: bola voli 4 buah, peluit 1 buah dan stopwatch 1 buah.

Petunjuk pelaksanaan:

  • Testee berada pada tempat yang disediakan dengan bola voli berada di depan.
  • Tes berjalan setelah tanda peluit dibunyikan kemudian stopwatch dijalankan.
  • Testee melakukan passing bawah bola voli dengan ketentuan ketinggian di atas kepala selama 1 menit.

Cara menghitung:

  • Testee melakukan passing bawah dengan benar berdasarkan teknik dasar passing bawah bola voli.
  • Passing bawah dengan ketinggian diatas kepala selama 1 menit.

Bola tidak dihitung apabila:

  • Bola tidak lebih di atas kepala.
  • Bola jatuh atau menyentuh lantai.
  • Bola dilambungkan ke atas tanpa mengunakan teknik yang benar.

 

 

 

 

Hasil Tes.

Tabel. Hasil Tes Keterampilan Passing Bawah Bola Voli

No.

Nama

Jenis kelamin

Passing Bawah dengan ketinggian di atas kepala

(1 menit)

1.      
2.      
3.      
4.      
5.      
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       
       

 

 

1.5  Ciri-ciri Siswa yang Memperoleh Kesulitan Belajar Keterampilan Passing Bawah Bola Voli.

Pada saat  tes keterampilan passing bawah bola voli dilakukan pada siswa kelas 8E SMPN 09 Malang ada beberapa siswa yang mengalami kesulitan. Ciri-ciri siswa yang mengalami kesulitan pada saat tes keterampilan bola voli dilakukan sebagai berikut:

  • Pada saat melakukan tes bola sering jatuh dan tidak lebih dari ketinggian di atas kepala.
  • Bergurau dan tidak serius pada saat melakukan tes
  • Perkenaan bola di lengan pada saat melakukan passing bawah bola voli.
  • Tubuh terlalu rendah karena pinggang ditekuk sehingga passing tidak tinggi.
  • Lutut tidak ditekuk pada saat melakukan passing bawah.
  • Ketika menerima bola lengan terlalu tinggi, kemudian lanjutan lengan berada di atas bahu.
  • Bola mendarat di lengan daerah siku dan perkenaan passing berada di ujung jari yang menggenggam.
  • Pada saat melakukan tes siswa cenderung panik dan tidak tenang.

 

1.6  Sebab Kesulitan Passing Bawah Bola Voli

Sebab-sebab siswa yang mengalami kesulitan pada saat melakukan keterampilan passing bawah bola voli adalah sebagai berikut:

  • Posisi kaki tidak membentuk sudut 45o yang bertujuan untuk menambah daya dorong tangan dan unutk mengontrol arah datangnya bola.
  • Lengan siku menekuk ketika melakukan passing bawah sehingga bola tidak maksimal lambung ke atas.
  • Posisi tangan tidak lurus, sejajar dan berporos pada bahu sehingga mempengaruhi gerakan bola, bola akan susah dikontrol dan mudah jatuh.
  • Perkenaan bola dengan tangan sehingga bola melenceng dan yang benar yaitu berada di atas pergelangan tangan dan dibawah ruas siku.
  • Tidak meregangkan kaki sejajar bahu dan lutut tidak ditekuk sehingga pantulan bola pada lengan bawah tidak bisa terarah dengan maksimal.
  • Ayunan tangan tidak dari bawah ke atas dengan tetap mempertahankan posisi awal sehingga posisi tangan berubah dan tidak sejajar.

 

 

1.7  Alternatif Pemecahan Masalah

Dari beberapa masalah, kesulitan dan sebab melakukan keterampilan tes passing bawah pada siswa kelas 8E SMPN 09 Malang di atas, menyebabkan nilai yang diperoleh oleh para siswa kurang dari nilai yang diharapkan guru. Maka dari itu dilakukan remidi untuk memperbaiki nilai-nilai yang kurang memuaskan. Sebelum dilakukan tes ujian keterampilan remidi, maka dilakukan alternatif-alternatif pemecahan masalah yang diharapkan bisa membantu kesulitan para siswa. Alternatife-alternatif pemecahan masalah itu diantaranya bisa dilakukan dengan latihan keterampilan passing bawah bola voli individual dan latihan keterampilan passing bawah bola voli kelompok kecil.

  1. 1.        Latihan keterampilan passing bawah bola voli individual.

Latihan ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan passing bawah bola voli siswa yang bisa dilakukan secara individu tanpa harus menunggu ada lawan/teman latihan. Latihan individual ini dapat dilakukan sendiri dengan melakukan latihan teknik dasar tanpa bola dan menggunakan bola. Latihan tanpa menggunakan bola dapat dilakukan dengan mula-mula beridir kemudian jogging ke depan dan berhenti lalu memperagakan teknik dasar passing bawah dan seterusnya dilakukan secara kontinyu. Dan latihan dengan menggunakan bola dilakukan secara serius dan minimal latihan 3X dalam seminggu.

  1. 2.        Latihan keterampilan passing bawah bola voli kelompok kecil

Latihan ini bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan passing ketika berpasangan dengan lawan dan juga penting untuk meningkatkan kemampuan individu. Latihan ini dilakukan dengan beberapa orang yang membentuk kelompok kecil, sehingga saling membantu dan mengoreksi kesalahan satu sama lain.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

2.1 Sejarah Permainan Bola Voli

Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1985. ia adalah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA di kota Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. Nama permainan in semula disebut “Minonette” yang hamper serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain di sini tak terbatas sesuai dengan tujuan semula yakni untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh di samping bersenam secara missal. William G. Morgan kemudian melanjutkan idenya untuk mengembangkan permainan tersebut agar mencapai cabang olahraga yang dipertandingkan. Nama permainan kemudian menjadi “volley ball yang artinya kurang lebih mem-volley bola berganti-ganti. Perkembangna permainan bola voli pada waktu itu di Amerika Serikat sangat cepat berkat usaha William G. Morgan. Tahun 1922 YMCA berhasil mengadakan kejuaraan nasional bola voli di Negara Amerika Serikat. Pada saat perang dunia I tentara-tenatra sekutu menyebarluaskan permainan ini ke Negara –negara Asia dan Eropa terutama negarea Jepang, Cina, India, Filipina, Perancis, Rusia, Estonia, Latvia, Ceko-slovakia, Rumania, Yugoslavia dan Jerman. Dalam perang dunia II permainan ini tersebar luas di seluruh dunia terutama di Eropa dan Asia.

Setelah perang dunia II prestasi dan popularitas bola voli di USA menurun, sedang di Negara lain terutama Eropa Timur dan Asia berkembang sangat cepat dan massal. Mengingat turnamen bola voli yang pertama (1947) di Polandia pesertanya cukup banyak, maka pada tahun 1948 I.V.B.F (international volley ball federation) didirikan yang beranggota 15 negara. Indonesia mengenal permainan bola voli sejak tahun 1982 pada zaman penjajahan Belanda. Guru-guru pendidikan jasmani didatangkan dari negeri Belanda untuk mengembangkan olahraga umumnya dan bola voli khususnya. Di samping guru-guru pendidikan jasmani, tentara Belanda banyak andilnya dalam pengembangan permainan bola voli di Indonesia, terutama dengan bermain di asrama-asrama, di lapangan terbuka dan mengadakan pertandingan antar kompeni-kompeni Belanda sendiri.

Permainan bola voli di Indonesia sangat pesat di seluruh lapisan mayarakat, sehingga timbul klub-klub di kota besar di seluruh Indonesia. Dengan dasar itulah maka pada tanggal 22 januari 1955 PBVSI (persatuan bola voli seluruh indonesia) didirikan di Jakarta bersamaan dengan kejuaraan nasional yang pertama. PBVSI sejak itu aktif mengembangkan kegiatan-kegiatan baik ke dalm maupun ke luar negeri sampai sekarang. Perkembangan permainan bola voli sangat menonjol saat menjelang Asian Games IV 1962 dan Ganefo I 1963 di Jakarta, baik untuk pria maupun untuk wanitanya.

Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962 perkembangan bnola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan banyaknya klub-klub bola voli di seluruh pelosok tanah air. Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta pertandingan dalam kejuaran nasional. PON dan pesta-pesta olahraga lain, di mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya. Boleh dikatakan sampai saat ini permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga setelah sepak bola dan bulu tangkis. Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia, PBVSI telah dapat mengirimkan tim bola voli yunior Indonesia ke kejuaraan Dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989. tim bola voli yunior putra Indonesia ini dilatih oleh Yano Hadian dengan dibantu oleh trainer Kanwar, serta pelatih dari Jepang Hideto Nishioka, sedangkan pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang kepelatihan PKON (pusat kesehatan olahraga nasional) KANTOR MENPORA. Dalam kejuaraan dunia bola voli putra tersebut, sebagai juaranya adalah :

  1. Uni soviet
  2. Jepang
  3. Brazil
  4. Bulgaria
  5. Kuba
  6. Yunani
  7. Polandia

Sedangkan Indonesia sendiri baru dapat menduduki urutan ke 15. Dalam periode di bawah pimpinan ketua Umum PBVSI Jendral (Pol) Drs. Mochamad Sanusi, perbolavolian makin meningkat baik dari jumlahnya perkumpulan yang ada maupun dari lancarnya system kompetisi yang berlangsung, sampai dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.

2.2 Jenis-jenis keterampilan Bermain Bola Voli

  1. 1.        Servis (untuk mengawali permainan)

Servis adalah pukulan pertama untuk mengawali permainan. Servis dilakukan dari daerah servis masuk ke bidang lapangan lawan melewati atas net. Pada awalnya servis hanya merupakan penyajian bola pertama untuk mengawali permainan. Dalam perkembangan bola voli modern, servis merupakan serangan pertama untuk memperoleh angka. Cara melakukan servis terentang dari mulai yang sangat sederhana hingga yang paling kompleks, dan dapat menyulitkan atau mematikan permainan lawan. Servis ada beberpa macam yaitu: servis bawah, servis atas, change-up servis dan jumping servis.

  1. 2.        Passing/umpan

Passing bawah adalah cara memainkan bola yang dating lebih rendah dari bahu dengan menggunkaan kedua pergelangan yang dirapatkan. Passing ini biasanya digunakan untuk memainkan bola yang dating dari lawan maupun dari kawan seregu, yang memiliki cirri sulit: misalnya bola rendah, cepat, keras atau yang datang tiba-tiba, namun masih dapat dijangkau oleh kedua tangan. Kadang kala passing bawah juga digunakan untuk memainkan bola ynag mementingkan ketepatan seperti passing dan umpan.

 

Passing atas adalah cara memainkanbola di atas depan dahi dengan menggunakan kedua jari tangan. Passing atas biasanya digunakan untuk memainkan boa yang datang baik dari lawan maupun dari kawan seregu, yang memiliki ciri melambung dan kecepatanya mudah diprediksi. Passing atas juga juga sering digunakan untuk memainkan bola yang mementingkan ketepatan seperti umpan spike dan tipuan ke lawan.

 

  1. 3.        Membendung/Blok (menghadang serangan)

Keterampilan ini sering digunakan dalam usaha mengahadang bola hasil pukulan (spike lawn di atas dekat net. Keterampilan ini sangat penting dimiliki setiap pemain, karena dalam permainan bola voli modern, kecepatan dan arah bola hasil pukulan spiker sudah terlalu sulit untuk dapat diprediksi oleh pemain bertahan. Tanpa ada bendunga para pemaina bertahan sangat sulit untuk mempersiapkan cara memainkan bola hasil pukulan spuker secara sempurna. Keterampilan ini jika dilakukan dengan baik akan merupakan taktik pertahanan dan sekaligus merupakan serangan balik yang paling efektif dan efisien. Spike yang terbedung dengan baik jarang sekali dapat ikembalikan, atau paling tidak sulit untuk dimainkan kembali, sehingga regu penyerang sulit melakukan persiapan serangan berikutnya secara sempurna. Begitu juga jika bola terbendung dengan sempurna, dengan tanpa melibatkan energy pemain lain, angka atau poin sudah dapat diraih.

 

  1. 4.        Smash/Spike (melakukan serangan)

Smash/Spike merupakan salah satu teknik serangan yang paling efektif selama permaiann. Bola dipukul di atas depan net yang mengakibatkan bola jatuh menukik tajam ke bidang lapangn lawan, sehingga lawan sulit mengembalikanya, bahkan sering langsung mematikan. Dewasa ini istilah spike lebih khusus digunakandalam permainan bola voli, karena cirri bola hasil spike menukik tajam seperti paku, sebagai akibat bola dipukul di atas dekat net. Sementara istilah smash lebih umum digunkan, karena cirri bola smash tidak begitu menukik karena bola dipukul jauh dari net.

Berdasarkan ketinggian bola umpa, spike terdiri dari spike bola tinggi atau open spike, spike bola menengah atau cemi quick spike, dan spike bola pendek dan cepat atau quick spike.

 

 

2.3  Tahapan Gerakan Keterampilan Passing Bawah Bola Voli

  1. 1.        Sikap permulaan
  • Kaki ditekuk pada lutut
  • Telapak kaki keduanya melekat pada lantai dengan posisi yang sama.
  • Badan condong kedepan ± 90°.
  • Kedua tangan lurus kebawah serong kedepan.
  • Bidang perkenaan dibuat selurus mungkin.
  1. 2.        Sikap Perkenaan/Pelaksanaan
  • Bola diterima dari lawan dan dikembalikan.
  • Lurus dengan keadaan yang seimbang.
  • Ayunan tangan memukul keatas dan kedepan.
  • Perkenaan bola usahakan sejangkauan lengan dan gerakanpergelangan tangan aktif supaya bola berjalan top spin.
  1. 3.        Sikap akhir/Gerak lanjut
  • Setelah ayunan lengan mengenai bola, kaki belakang melangkah ke depan untuk kembali ke posisi siap untuk memainkan bola berikutnya.

 

2.4  Teknik Latihan Passing Bawah Bola Voli

  1. 1.        Latihan tanpa bola
  • Sikap badan membungkuk kaki dibuka dan lutut sedikit ditekuk.
  • Lengan dirapatkan satu dengan yang lain saling berpegangan.
  • Gerakan tangan diayun keatas dan kebawah.

Latihan ini berguna untuk melatih anak menerapkan tehnik-tehnik Passing Bawah pada permainan yang sebenarnya, ini dilakukan dalam waktu 15 menit.

  1. 2.        Latihan dengan bola ( modifikasi )

Anak saling berhadapan dengan yang lainnya, yang satu memberikan bola dan yang satu memberikan lagi menerimanya dengan Passing Bawah. Untuk melatih tehnik passing bawah ini penulis melakukan modifikasi mengenai bola, bola yang dipakai adalah bola plastik dan bola sebenarnya. Bola plastik digunakan penulis agar tangan anak tidak sakit dan supaya anak bersemangat dalam melakukan Passing Bawah.

  1. 3.        Latihan dengan net

Untuk melatih anak menggunakan tehnik Passing Bawah , maka penulis menggunakan net untuk mengetahui sebatas mana kemampuan anak dalam melakukan passing bawah. Latihan ini dengan cara melempar atau melambung bola, lalu anak berusaha mengambil bola tersebut dengan Passing Bawah dan usahakan bola melawati net atau melambung net.

  1. 4.        Latihan bermain hanya menggunakan Passing Bawah.

Untuk menetahui berhasil atau belum kita meningkatkan tehnik Passing Bawah pada anak, maka kita melakukan permainan yang sebenarnya tetapi menerima bola diharuskan dengan Passing Bawah.

BAB III

PROGRAM PEMBELAJARAN

Dari jumlah 21 siswa yang mengikuti tes keterampilan passing bawah bola voli kelas 8E SMPN 09 Malang, yang tidak memenuhi SKM yang diberikan guru yaitu 1 menit minimal mendapat skor 20 untuk putra dan 15 untuk putri adalah berjumlah 8 siswa. Sebelum mengikuti ujian remidi siswa yang mengalami kesulitan harus mengikuti beberapa program remidi latihan keterampilan  passing  bawah  bola voli yang meliputi program latihan individual, berpasangan, dan kelompok kecil. Dengan program latihan ini diharapkan keterampilan siswa meningkat dan pada tes remidi, siswa bisa mendapat nilai yang maksimal dan melebihi SKM nilai yang ditentukan guru.

 

3.1 Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Individual

3.1.1 Rencana Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Individual

Program Latihan pembelajaran secara individual bisa juga dilakukan dengan cara melakukan passing bawah bola voli tanpa menggunnakan bola. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  •  Siswa berdiri pada keadaan diam pada tempat yang di tentukan
  • Mendengarkan dan melakukan aba-aba yang diberikan oleh guru
  • Setelah mendengar aba-aba dari guru sebagai tanda mulai  jogging ke tempat yang ditentukan dan melakukan gerakan passing bawah bola voli dari sikap permulaan hingga sikap akhir atau lanjutan lakukan secara kuntinyu hingga tempat akhir yang ditentukan guru
  • Lakukan latihan ini dengan sungguh-sungguh dan benar selama 15 menit sehingga teknik passing bawah semakin baik.

 

 

start

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Alur  skema latihan

Keterangan:

  • No 1-4 melakukan gerakan passing bawah tanppa menggunakan bola
  • Arah panah: jogging
  • Jarak keseluruhan 13 meter

3.1.2 Pelaksanaan Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Individual.

Setelah siswa belajar teknik passing bawah bola voli tanpa bola kemudian diberlakukan tes keterampilan dengan bola yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa yang mengikuti tes keterampilan terjadi peningkatan dan pemahaman tentang teknik dasar passing bawah bola voli. Pelaksanaannya sebagai berikut:

  • Siswa yang mengikuti program remidi latihan passing bawah bola voli dibagi menjadi 2 kelompok.
  • Siswa melakukan tes keterampilan passing bawah bola voli secara individual
  • Instrument tes yang dilakukan sama dengan instrument yang sebelumnya.
  • Siswa masing-masing melakukan tes dengan ketentuan passing bawah ketinggian di atas kepala selama 1 menit.
  • Jika bola jatuh siswa yang lain membantu memberikan bola yang lain.

3.1.3 Evaluasi Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Individual

Ketika diberlakukan latihan individual seperti diatas,  setelah dilakukan tes bola masih sering menjauh tidak vertical dengan ketinggin tidak diatas kepala dan perkenaan bola pada lengan masih terdapat pada ujung tangan. Namun dengan dilakukan dengan frekuensi dan intensitas yang lebih banyak, kemajuan keterampilan siswa lebih meningkat dari sebelumnya. Serta membutuhkan banyak bola untuk lebih menyukseskan program ini, karena jika bola yang digunakan sedikit, kemungkinan besar siswa lebih banyak membutuhkan waktu untuk mengambil bola yang memantul jauh.

3.1.4 Pembahasan Keberhasilan dan Ketidakberhasilan Program Pembelajaran Passing Bawah Bola Voli Individual.

  • Keberhasilan Dari program latihan ini yaitu kemampuan siswa dalam melakukan gerakan teknik dasar passing bawah meningkat secara pemahan.
  • Ketidakberhasilan dari program ini yaitu siswa membutuhkan fasilitas bola yang cukup sehingga latihan yang dilakukan dapat berjalan dengan baik.

3.2 Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan

3.2.1 Rencana Pembelajaran keterampilam Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan.

Untuk mengetahui berhasil atau belum kita meningkatkan teknik Passing Bawah pada siswa yang mengikuti ujian remidi, maka kita melakukan keterampilan passing bawah secara berpasangan dengan net di tengah menggunakan bola yang saling berhadan. Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Siswa diberikan pasangan dengan ketentuan siswa yang setengah bisa dengan siswa yang kurang bisa.
  • Siswa saling berhadapan sesama kelompok dengan net di tengah
  • Siswa yang satu melambungkan bola dan yang lain menerima bola dengan passing bawah dengan ketentuan ketinggian di atas kepala dan melewati net.
  • Lakukan latihan secara kontinyu selama 10 menit.

Keterangan: no 1-4 melakukan passing dan mengumpan secara bergantian melewati net.

 

 

 

Gambar 2. Alur skema latihan

3.2.2 Pelaksanaan Pembelajaran keterampilan Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan.

Setelah siswa belajar teknik passing bawah bola voli secara berpasangan kemudian diberlakukan tes keterampilan dengan bola yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana siswa yang mengikuti tes keterampilan terjadi peningkatan tentang teknik dasar passing bawah bola voli. Pelaksanaannya sebagai berikut:

  • Siswa saling berhadapan sesama pasangan denga net di tengah.
  • Siswa saling bergantian melambungkan bola dan menerima bola dengan passing bawah dengan ketentuan melewati net.
  • Jika bola jatuh bola di ambil dan dilanjutkan lagi seperti semula.

3.2.3 Evalusi Pembelajaran keterampilan Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan.

Pada saat pembelajaran keterampilan passing bawah bola dilakukan siswa yang mengikuti ujian remidi mengalami peningkatan secara gerakan dan perkenaan bola namun sikap lanjutan masih ada siswa yang kurang sehingga keseimbangan tubuh masih kurang.

3.2.1 Pembahasan Keberhasilan dan Ketidakberhasilan Pembelajaran keterampilam Passing Bawah Bola Voli Secara Berpasangan.

  • Keberhasilan, siswa mengalami peningkatan dalam teknik passing bawah bola voli dan perkenaan bola pada lengan sudah tepat sehingga passing bola dapat melebihi kepala dan tepat sasaran.
  • Ketidakberhasilan, siswa masih ada yang melakukan passing menyangkut di net meskipun teknik dasarnya mengalami peningkatan.

 

3.3 Program Pembelajaran Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Kelompok Kecil

3.3.1 Rencana Pembelajarann Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Kelompok Kecil

Untuk mengetahui berhasil atau belum kita meningkatkan teknik Passing Bawah pada siswa yang mengikuti ujian remidi, maka kita melakukan keterampilan passing bawah secara berpasangan dengan net di tengah menggunakan bola yang saling berhadapan.

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Semua siswa dibagi menjadi 2 kelompok (1 dan 2).
  • Kelompok 1 mengumpan dengan melambungkan dan kelompok 2 menerima dan mengembalikan bola dengan passing bawah.
  • C melambbungkan bola ke A, A mengembalikan bola dengan passing bawah di atas kepala
  • Setelah C mengumpan langsung berlari ke barisannya yang paling belakang dan begitu juga dengan A
  • Dilakukan bergantian antara kelompok 1 dan kelompok 2

 

 

1             2

 

 

 

B       A                C         D

 

 

 

Gambar 3. Alur skema latihan

Keterangan:

AB-CD : saling bergantian mengumpan

 

3.3.2        Evaluasi Program Latihan Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Kelompk Kecil

Ketika dilakukan program latihan passing bawah secara kelompok seperti ini, tidak jarang masih juga ditemui beberapa siswa yang hanya melihat menunggu giliran bola. Siswa yang lebih bisa cenderung menguasai bola ketika dilakukan latihan berkelompok dan yang tidak bisa cenderung lebih banyak diam dan mengambbil bola. Di sisi lain siswa yang lebih bisa, bisa membantu teman-temannya yang belum bisa dengan memberikan umpan yang baik. Kerjasaman antar teman lebih meningkat sehingga nantinya bisa di aplikasikan dalam bentuk permainan tim.

 

3.2.4        Pembahasan Keberhasilan Dan Ketidakberhasilan Latihan Keterampilan Passing Bawah Bola Voli Kelompok Kecil

  • Keberhasilan, rata-rata kemampuan siswa meningkat, siswa bisa melakukan passing berpasangan dengan frekuensi bola jatuh lebih sedikit. Hampir semua siswa yang mengikuti program remidi mengalami peningkatan keterampilan passing bawah dan siswa saling membantu satu sama lain sehingga terjadi interaksi antara siswa.
  • Ketidakberhasilan, masih ada beberapa siswa (sebagian kecil) yang belum terlihat peningkatan keterampilanya. Dan masih ada siswa bergurau saat melakukan program latihan

BAB IV

PAPARAN DAN ANALISIS DATA

 

4.1 Pelaksanaan Praktik Tindakan Remedial

Setelah melakukan tes keterampilan passing bawah bola voli ditemukan  8 anak dari 21 siswa yang mengikuti tes yang belum memenuhi SKM sehingga diadakan remidi bagi siswa tesebut. Dibawah ini adalah daftar siswa yang nilainya kurang dari SKM.

Tabel 1.siswa yang mengalami ujian remidi

Nomor

Nama

Jenis kelamin

Hasil tes passing bawah (1 menit)

Urut

IND

19

9481

MOCH EKO CAHYONO

L

22

20

9483

MOCH LUTFI ZAKARIAH

L

20

21

9484

MOCH ANDREANSYAH

L

19

22

9494

NAOLA NADA

P

16

23

9500

NURRAHMA WATI

P

15

24

9505

PERTIWI SEKAR

P

9

25

9511

RANGGA DIO MAIDANU

L

15

26

9514

REGANATA FEBRI RAMADHAN

L

15

27

9518

RETNO MURIN LINTANG SARI

P

16

28

9592

RIFANDI  AP

L

26

29

9528

RISKA DIAN RUSPITA

P

14

30

9536

RIAN TRI ZULIARDI

L

23

31

9538

SABILLAH ANYA TAMARA

P

18

32

9543

SANDIKA MULANA

L

19

34

9546

SETIAWATI YULANDARI

P

15

35

9593

SINTA M.F

P

17

36

9561

TALITA ZHAFIRA

P

20

37

9567

ULIN AZMI

P

13

38

9571

FIFI NUR WAHYUNI

P

12

39

9584

YUDHA DWI PRASTYIO

L

27

40

9585

YUDHAS WARDANA MAHARDIKA

L

16

 

Setelah diketahui siswa yang tidak memenuhi SKM yang telah ditentukan siswa tersebut diberlakukan tindakan remedial. Sebelum itu siswa diberikan program latihan untuk mengasah kemampuan keterampilan passing bawah bola voli dan setalah dilakukan tes remidi siswa tersebut mengalami peningkatan yang cukup baik. Di bawah ini merupakan siswa yang telah mengalami peningkatan pada saat tes remidi berlangsung yaitu sebagai berikut:

Table 2. siswa setelah melakukan ujian remedial

Nomor

Nama

Jenis kelamin

Hasil tes remidi

Passing bawah

Urut

IND

24

9505

PERTIWI SEKAR

P

16

25

9511

RANGGA DIO MAIDANU

L

20

26

9514

REGANATA FEBRI RAMADHAN

L

21

29

9528

RISKA DIAN RUSPITA

P

18

32

9543

SANDIKA MULANA

L

24

37

9567

ULIN AZMI

P

15

38

9571

FIFI NUR WAHYUNI

P

15

40

9585

YUDHAS WARDANA MAHARDIKA

L

20

 

4.2       Motivasi belajar siswa

Pada saat melakukan pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli siswa seharusnya diberi motivasi yang lebih oleh guru sehingga siswa tersebut dalam mengikuti pembelajaran aktif dan berminat dalam pembelajan keterampilan passing bawah bola voli. Motivasi tersebut bias berupa ucapan terhadap siswa yang dapt melakukan dengan baik gerak dasar teknik passing bawah. Dan dapat pula dengan pemberian hadiah terhadap siswa yang dapat lulus dalam pembelajaran passing bawah sehingga siswa berpacu satu sama lain untuk lulus dalam pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli.

Pada saat pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli di Kelas 8E  SMPN 09 Malang siswa masih kurang motivasinya sehingga masih ada siswa yang kurang memenuhi SKM sehingga diberlakukan ujjian remidi terhadap siswa tersebut.

 

4.3       Aktivitas belajar siswa

Aktivitas belajar siswa seharusnya diperhatikan dalam pembelajaran. Guru harus memahami setiap siswa dalam aktivitas belajarnya. Dengan adanya saling interaksi guru-siswa yang baik diharapkan pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan sukses. Aktivitas belajar siswa pada pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli  di Kelas 8E SMPN 09 Malang masih kurang kondusif banyak siswa yang bergurau saat pembelajaran berlangsung sehingga pemahaman terhadap gerakkan teknik dasar passing bawah bola voli kurang dapat dipahami secara benar baik sikap awal hingga siakp lanjutan ataupun akhir.

4.4       Hasil belajar siswa

Hasil dari belajar siswa pada analisi data di atas pada pembelajaran keterampilan passing bawah bola voli pada siswa yang mengikuti tes keterampilan kelas 8E SMPN 09 Malang ada beberapa yang kurang memenuhi SKM sehingga harus diberlakukan ujian remidi dan sebelum ujian diberlakukan siswa harus mengikuti program latihan yang telah disusun oleh guru sehinggga sisa yang mengalami kesulitan belajar dapat diatasi.

BAB V

PENUTUP

 

 

5.1 Kesimpulan

Pada saat ujian remidi diberikan sebelum itu siswa harus diberikan program-program latihan terlebih dahulu sehingga pada saat siswa melakukan tes remedial siswa dapat melakukan dengan baik. Dan diberikan alternatif pemecahan masalah sehingga kesulitan-kesulitan yang di alami siswa dapat diatasi. Beberapa program latihan yang dapat dilakukan yaitu sebagai berikut:

  • Program latihan secara individu tanpa menggunakan bola
  • Program latihan secara berpasangan dengan media net
  • Program latihan secara berkelompok kecil dengan media net

5.2 Saran

  • Siswa
    • Siswa dituntut untuk cenderung selalu dan lebih aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran. Melakukan latihan-latihan baik secara individu maupun membentuk kelompok kecil tanpa harus menunggu perintah dari guru. Melakukan latihan baik di luar jam sekolah.
    • Guru
      • Dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru, guru pendidikan hendaknya dapat memotivasi siswa agar lebih kretif dan meningkatkan kemampuannya , khususnya dalam permainan bola voli. Selain itu juga guru harus membimbing da mengarahkan siswa dalam meningkatkan keterampilannya dalam teknik passing bawah bola voli, dan yang paling penting adalah cara guru mengembangkan metode pembelajaran agar timbul kegairahan siswa untuk belajar,kemudian hendaknya sisw lebih giat belajar lagi.

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Subroto, Tato dkk.2007. Permainan Besar (bola voli dan sepak bola). Jakarta:Depdiknas.

Bainil. 2003/2004.hubungan kekuatan otot Lengan dengan Kemampuan Passing dalam Permainan Bola Voli. Skripsi (tidak dipublikasikan).

Setiawan,Deni.2010. Sejarah Bola Voli, (online),(http://deni_pjkr.blogspot/sejarah bola voli )( diakses 5 januari 2010).

 

 

 



 

 

 

 

diagnosis

TUGAS

OBSERVASI DIAGNOSTIK & REMIDIAL KETERAMPILAN

BULUTANGKIS

 

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah

Pembelajaran Remidial

yang dibimbing oleh Drs. Mardianto, M.Kes

Oleh:

BAMBANG N                   108711415471

DWIALIH YUAN P         108711415472

BAYU SETIAWAN          108711415473

 

 

 

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

Mei 2011

 

KETERAMPILAN BULUTANGKIS

  1. 1.      Bulutangkis

            Bulutangkis adalahsuatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan (“kok” atau “shuttlecock“) melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

Instrumen Penelitian:

  1. A.    Jenis Tes

Tes Keterampilan Bulutangkis dengan penilaian pada aspek : Backhand lop, forehand lop dan servis bawah.

  1. B.     Tujuan

Untuk mengukur ketrampilan bermain bulutangkis pada siswa ekstrakurikuler badminton SMAN I Kraksaan.

  1. C.    Alat dan Fasilitas

Dalam penelitian ini diperlukan alat dan fasilitas sebagai berikut:

  1. Shuttlecock yang diperlukan
  2. Formulir dan alat tulis.
  3. Lapangan bulutangkis.
  4. Yang diberi angka2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

gambar lapangan bulutangkis

 

 

                                                                                          5

                                                                                          4   3   2

 

 

                                                                                                   1

                                                                                                                        

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

 

 

                Posisi testee pada saat tes forehand dan backhand.

 

 

 

 

                Posisi testee pada saat tes servis bawah.

 

 

                Posisi pengumpan untuk tes forehand dan backhand.

 

 

                Garis yang membentuk petak yang terdapat angka untuk tes backhand dan forehand.

 

                Garis yang membentuk petak yang terdapat angka untuk tes servis bawa.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. D.    Subyek Penelitian

Subyek penelitian yang digunakan untuk pengambilan data berjumlah 15 orang, yang di ambil dari Siswa Extrakurikuler SMA N 1 KRAKSAAN cewek atau cowok.

  1. E.     Pelaksana atau Pengetes

Dalam pelaksanaan penelitian ini di perlukan:

  • Pengumpan 1 orang.
  • Pengawas 1 orang.
  • Pencatat 1 orang.

 

  1. F.     Tempat dan Waktu Pelaksanaan

Penelitian ini dilakukan di Sasana Krida Kraksaan pada hari selasa pukul 15.00 wib.

  1. G.    Teknik Pelaksanaan
  2. Petunjuk Umum
  3. Subyek penelitian siap untuk mengikuti tes keterampilan bermain Bulutangkis(forehand, backhand, dan servis bawah)
  4. Subyek penelitian harus mengisi blanko identitas diri yang berisi nama lengkap, jenis kelamin, tempat tgl lahir, berat badan, tinggi badan, dan umur.
  5. Pada saat mengikuti tes, subyek penelitian menggunakan pakaian olahraga lengkap dengan sepatu olahraga.
  6. Sebelum dites, subyek penelitian harus mengerti tentang cara pelaksaan tes.
  7. Sebelum melakukan tes, subyek penelitian melakukan pemanasan terlebih dahulu sekitar 10-15 menit.
  8. Nilai maksimal yang diperoleh subyek penelitian, digunakan sebagai data yang akan dianalisis.

 

 

 

 

  1. Petunjuk khusus
  2. Persiapan tes

Sebelum melakukan tes keterampilan bermain badminton (forehand lop, backhand lop, dan service bawah), peneliti melakukan persiapan sebagai berikut:

  1. Menyiapkan alat, bahan, dan fasilitas
  2. Melakukan pengecekan terhadap fasilitas misalnya lapangan yang akan digunakan untuk tes keterampilan bermain badminton.
  3. Melakukan pengecekan terhadap subyek penelitian dengan melihat hasil blangko yang sudah diisi oleh testee.
  4. Memberi pengarahan terhadap subyek peneliti tentang tata cara melakukan tes keterampilan bulutangkis.
  5. Memberi pengarahan pada petugas yang membentu penelitian
  6. Melakukan pemanasan secukupnya selama 10-15 menit.
  7. Pelaksanaan tes
    1. Testee berdiri di tengah lapangan disebelah ruas yang tidak diberi angka.
    2. Testee mendengarkan aba-aba peluit dan bersiap melakukan tes keterampilan.
    3. Pengumpan yang berada diruas lapangan yang diberi angka, melambungkan shutlecock  kearah testee itu khusus tes keterampilan backhand lop dan forehand lop dengan satu kali percobaan dan 5 kali umpan.
    4. Pengumpan yang dilakukan oleh guru harus berada dibelakang atas tesste
    5. Untuk tes keterampilan service bawah testee berada diposisi service dan melakukan tes keterampilan servis dengan satu kali percobaan dan 5 kali servis.

Catatan:

  1. Testee diberi kesempatan 1 kali percobaan dan melakukan tes 5 kali kesempatan.
  2. Hasil yang dicatat adalah ketepatan mengarahkan shutlecock pada petak sasaran yang telah diberi angka dan perolehan angka tersebut dijumlahkan.
  3. Tes harus di ulang jika:

Sikap pada tes servis bawah tidak sesuai aturan yang berlaku

Pada saat tes forehand dan backhand, shutlecock yang diumpan oleh pengumpan tidak sampai atau berada di depan testee.

  1. H.    Hasil Tes dan tabel nilai

Hasil yang dihitung dan dicatat adalah ketepatan jatuhnya shutlecock di petak sasaran yang telah di beri angka. Tabel penilaian dari hasil tes keterampilan bermain badminton (forehand lop, backhand lop, dan servis bawah) sebagai berikut: (terlampir)

 

 

 

 

 

ikj

Nama   : Bambang Nurdiansyah

NIM    : 108711415471/AA

MK      : IKJ

Program Gerakan Aerobik

No.

Kaki/leg

Arah/direction

Tangan/hand

hitungan

1 Double step

Skip

V step

Pivot

Lateral

Forward/back ward

Depan,kanan,kiri

Kanan,kiri

Chest press

Circle

Side pull

Side pull

1 X 8

1 X 8

1 X 8

1 X 8

2 Double step

Skip

Double step

V skip

Kanan

Depan,belakang

Kiri

Depan,kanan,kiri

Criss-cross

Side pull

Pull down

Swing

1 X 8

1 X 8

1 X 8

1 X 8

3 Double step

Poni

Step jump

Fan kick

Kanan

Kiri

Depan,kanan

Belakang,kanan

Biceps crull

Front raise

Low row

Side pull, clique

1 X 8

1 X 8

1 X 8

1 X 8

4 Skip

Pivot

Squat jump

Double step

Depan,belakang

Kanan

Depan,belakang

Kanan

Long liver

Side pull

Lat pull down

Over head press

1 X 8

1 X 8

1 X 8

1 X 8

5 Jogging

Kick

Push ups

Pivot

OTS

Kanan,belakang

Bawah,atas

Kanan

Front raise

Lateral raise

Press down

Side pull

1 X 8

1 X 8

1 X 8

1 X 8