makalah sport massage

Makalah

SPORT MASSAGE

Tugas Makalah untuk Memenuhi Mata Kuliah Massage Olahraga yang dibimbing Bpk. Drs. I Nengah Sudjana. M,Kes dan Bpk Drs. Usman M.Pd.

 

 

Oleh:

Bambang Nurdiansyah           (108711415471)

JURUSAN PENDIDIKAN JASMANI DAN KESEHATAN

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

2011

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kami curahkan kehadirat Allah Yang Maha Esa atas limpahan rahmat-Nya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah Sport Massase ini dengan baik. Sport massage memang penting bagi semua orang khususnya olahragawan. Pelaksanaan massage seluruh tubuh diberikan pada setiap bagian tubuh. Urutan pelaksanaannya dapat dilakukan dengan beberapa cara, tergantung dari bagian tubuh mana yang perlu mendapat massage.

Untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak I Nengah Sudjana dan Bapak Usman selaku dosen pembimbing mata kuliah Massase Olahraga

Kami menyadari bahwa buku ini mungkin jauh dari sempurna, tapi paling tidak penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik. Untuk itu, saran dan kritik sangat kami harapkan.

Akhir kata, semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca terutama mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan. Amin.

 

 

 

 

Malang, 28 Maret 2011

Penulis

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

Sejak zaman purba manusia telah mengenal massage dengan berbagai macam ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan mereka yang berupa tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih ada hingga saat ini.

Pengetahuan tentang massage tidak tercipta dari satu atau beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang, tetapi adalah hasil dari pengalaman pemikiran dan penelitian orang zaman ke zaman.

Pijatan atau yang lebih dikenal dengan massase ini memiliki beberapa jenis diantaranya massase untuk umum atau yang biasa kita lakukan, massase kecantikan yang biasanya ada di salon-salon kecantikan yang gunanya untuk merawat bagian tubuh agar terlihat lebih cantik dengan pijatan, dan yang kita bahas sekarang adalah massase olahraga (sport massase) yang biasa dilakukan pada atltit atau olahragawan.

Massase olahraga ini  sebenarnya diperuntukkan bagi orang-orang sehat. Sport Massage umumnya dilakukan sebelum, pada saat, dan setelah berolah raga, atau kapan pun dimana anda mengalami kelelahan otot.
Pemijatan justru tak boleh langsung dilakukan setelah anda mengalami cidera yang serius. “Lakukan tindakan RICE – Rest (istirahat), Ice (kompres dengan es), Compress (Penekanan) dan Elevation (Peninggian). Bagian yang cidera tak boleh dipijat setidaknya selama 2 x 24 jam,”

. Pijat jenis ini dilakukan terutama di bagian tubuh yang banyak bekerja dengan mempergunakan manipulasi pijatan shaking, tapotement, petressage, friction dan stretching. Massage bagi atlet dilakukan di antara pertandingan dengan tindakan yang diberikan saat istirahat di kamar ganti pakaian atau di bangku istirahat. Fokus pijatan adalah tungkai atas, tungkai bawah, bahu dan tangan kiri kanan.

 

1.2  Rumusan Masalah

  1. Bagaimana sejarah perkembangan sport massage?
  2. Apa pengertian dan tujuan massage dan sport massage?
  3. Apakah factor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan?
  4. Bagaimana perlengkapan dan pengaturan ruang massage?
  5. Apa saja hal-hal yang harus dimiliki sport masseur?
  6. Apa saja manipulasi massage dan tujuannya?

 

1.3  Tujuan

  1. Mengetahui sejarah perkembangan sport massage.
  2. Mengetahui pengertian dan tujuan massage dan sport massage.
  3. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan.
  4. Mengetahui perlengkapan dan pengaturan ruang massage.
  5. Mengetahui hal-hal yang harus dimiliki sport masseur.
  6. Mengetahui manipulasi massage dan tujuannya.

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

2.1 Sejarah perkembangan sport massage.

Sejak zaman purba manusia telah mengenal massage dengan berbagai macam ragam bentuk dan cara penggunaanya. Hal ini dapat diketahui dari peninggalan-peninggalan mereka yang berupa tulisan-tulisan atau benda-benda relief yang masih ada hingga saat ini.

Pengetahuan tentang massage tidak tercipta dari satu atau beberapa zaman atau hasil ciptaan beberapa orang, tetapi adalah hasil dari pengalaman pemikiran dan penelitian orang zaman ke zaman. Bangsa Indonesia pun sudah berabad-abad mengenal massage sebagai suatu cara pengobatan tradisional, yang dalam sehari-hari disebut pijat atau lutut.

Sport massage tercipta seiring  dengan perkembangan pengetahuan massage dan olahraga, dari zaman satu ke zaman yang lainnya. Dan sebagaimana kita ketahui bahwa pengetahuan massage itu sendiri adalah dari pengetahuan physiotherapy.

Secara kronologis, dari hasil penemuan para ahli yang dapat dikumpulkan tentang sejarah perkembangan sport massage, terdapat pokok-pokok garis besar seperti uraian di bawah ini:

Bangsa Cina Purba

Dari buku-buku yang dianggap suci oleh bangsa Cina purba diantaranya buku KONG FU (kira-kira 3000 th SM), terdapat tulisan-tulisan yang menyatakan bahwa bangsa Cina purba pernah melakukan massage dan senam sebagai cara untuk pengobatan (Heilgymnas).

Bangsa India

Sebuah buku peninggalan bangsa India “ Veda” (kira-kira th 1800 SM) dari salah satu bab yang berjudul Ayur, terdapat ulasan panjang lebar tentang kesehatan, massage dan senam penyembuhan. Di antaranya terdapat sebuah kalimat yang berbunyi : Bangun pagi-pagi, cuci mulut,menggosok seluruh tubuh kemudian melakukan senam pagi.

 

Bangsa Mesir dan Persia purba

Dari peninggalan-peninggalan benda-benda relief bangsa Mesir maupun bangsa Persia purba dapat disimpulkan bahwa mereka telah mengenal massage. Untuk merawat kulit, bangsa Mesir purba menggosok tubuhnya dengan lumpur yang berasal dari sungai nil  dan kemudian berjemur dalam terik matahari.

Bangsa Yunani Purba

Bangsa Yunani purba memiliki ahli-ahli massage, yang sedikit banyak mewariskan pada kita tentang pengertian-pengertian massage yang dilakukan orang pada saat itu. Bangsa Yunani menyebut massage dengan kata “Anatripsi”.

Seorang dokter yang terkenal pada saat itu, Hypocrates (460-377 SM), banyak mengemukakan tulisan-tulisan mengenai soal-soal medis dan massage. Di antara hasil karyanya ialah sebuah buku yang berjudul GYMNASTICA.

Dokter lainnya ialah Gaelenos (kira-kira 131 th SM), membawa dan menyebarkan pengetahuan massage ke Roma sehingga bangsa Roma banyak meniru bangsa Yunani. Sport massage menjadi lebih popular lagi dengan adanya pertandingan-pertandingan Gladiator.

Abad ke-sembilan belas

Pada awal abad ke-  19 tidak terdapat kemajuan yang berarti bagi perkembangan yang berarti bagi perkembangan massage. Pada saat itu seorang dokter bangsa Belanda bernama John G Mezger (th 1838-1909) banyak mempelajari buku-buku ciptaan Ling dan ahli-ahli bangsa Perancis diantaranya Tissot (th 1780) dan dr. Hildebrand. Sebagai masseur beliau dianggap berhasil dengan benyaknya pendeta yang berdatangan dari segala penjuru untuk meminta pertolongannya. Bahkan banyak pula dari kalangan keluarga kerajaan. Percobaan-percobaan selanjutnya banyak dilakukan dalam bidang massage, itulah permulaan pemikiran terhadap pengetahuan massage secara ilmiah. Usaha tersebut dilanjutkan oleh Prof. Kirchberg yang kemudian menerbitkan buku spor massage.

Akhir abad Sembilan belas

Pada akhir abad ini sport massage berkembang semakin meluas dan popular, terutama di negara Eropa dengan banyaknya didirikan lembaga-lembaga pendidikan sport massage. Secara resmi Belanda untuk pertama kalinya menyelenggarakan ujian sport mssage pada tahun 1965, atas kerjasama dengan beberapa pimpinan organisasi olahraga, antara lain Ministeris Van Cultuur, Recretie en Maatschappelijk Werk dan Nederlanndsche gennootschap Voor Heilgymnastiek, masase en Physiotherapie. Di Amerika sport masseur mulai dikenal oleh umum sejak tahun 1865 sewaktu diadakan pertandingan football yang pertama antar sekolah lanjutan.

Di Indonesia sport massage bertambah populer lagi di kalangan atlit pada pemusatian latihan Nasional Asian Games IV, Ganefo I, Olympiade Tokyo, maupun di PON. Dengan demikian maka pengetahuan tentang sport massage merupakan suatu keterampilan khusus  di dalam olahraga Indonesia.

 

2.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan.

Tidak semua pelaksanaan massage dilakukan sama. Pemberian massage pada atlit tergantung dari banyak factor. Antara lain:

  1. Cabang olahraga yang dilakukan.

Untuk memberikan massage perlu mengetahui lebih dahulu tentang ccabang olahraga yang diikuti oleh atlit yang bersangkutan. Massage yang diberikan pada atlit tenis meja, tennis, dan bulutangkis lebih banyak ditujukan pada otot-otot persendian bahu. Sedangkan pada pemain sepakbola, atlit pelari, pelompat, perhatian kita curahkan pada massage otot-otot tungkai.

  1. Kondisi tubuh atlit.

Kondisi tubuh atlit tidak terlalu dalam keadaan baik, kadang-kadang otonya terasa halus dan elastis bila dipegang, tetapi tidak jarang pula ada atlit yang ototnya keras dan terasa sakit saat dipegang. Oleh karena itu perlu adanya pemberian massage.

  1. Kontra indikasi terhadap massage

Adanya faktor ini perlu perhatian kita lebih teliti sebab kemungkinan besar atlit menderita suatu penyakit yang merupakan kontra indikasi terhadap massage. Bila massage diberikan kemungkinan dapat menambah parahnya penyakit yang diderita. Oleh sebab itu, sebelum member massage perlu diketahui mengenai status kondisi atlit, dengan mempelajari Kartu Kesehatan atlit ( dari dokter) terlebih dahulu.

  1. Waktu
  1. Bila di dalam waktu setengah jam terdapat lima atlit yang harus dimassage lokal, artinya hanya sebagain anggota tubuh yang paling aktif saja yang dimassage.
  2. Sesunggunhya tidak ada batasan waktu tertentu untuk melakukan massage. Setelah dimassage sebaiknya istirahat sejenak dan tidak melakukan pekerjaanyang membutuhkan tenaga besar.
  3. Frekwensi pemberian massage sebenarnya tidak terikat pada batas waktu tertentu sebagai berikut:

Massage anggota tubuh bagian bawah     : 15 menit

Massage anggota tubuh bagian  atas         : 10 menit

Massage punggung                                   : 10 menit

Massage dada dan perut                           :   5 menit

  1. Cuaca

Keadaan cuaca mempunyai pengaruh besar terhadap pemberian massage. Misalnya, berolahraga di daerah yang beriklim dingin akan lebih banyak mengalami cedera pada otot dibandingkan dengan berolahraga di daerah tropis.

 

 

2.3 Perlengkapan dan pengaturan ruang massage

Perlengkapan-perlengkapan lain yang dibutuhkan di dalam ruang massage adalah:

1.Bangku massage lengkap.

Ukuran panjang 190 cm, lebar 65 cm, tinggi 76 cm, dan ukuran bangku jangan terlalu tinggi, mengingat bahwa massage selain tekanan kedua tangan dibutuhkan bantuan berat badan.

2. bantal untuk landasan kepala

3. guling besar untuk landasan lutut.

4. guling kecil untuk landasan kaki

5. selimut atau handuk besar untuk penutup bagian yang tidak dimassage.

6. handuk kecil untuk pembasuh keringat.

7. Waskom untuk tempat cuci tangan.

8. kursi masseur.

9. termos panas dan dingin.

10. lemari untuk obat-obatan.

11. masator (alat pijat listrik)

12 vibrator

Suatu alat untuk membantu massage khusus digunakan untuk fibriomassage (menggetar),dalam hal ini yang dimaksud adalah elektrovibrasi.

13. bahan pelincir (Lumbricant)

Penggunaan bahan pelincir untuk massage sangat dibutuhkan untuk mempelancar pelaksanaan beberapa manipulasi. Penggunaan bahan pelincir sebaiknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. mudah dibersihkan (sesudah pelaksanaan massage)
  2. tidak mudah menguap.
  3. Tidak mengandung wewangian yang menyolok
  4. Tidak memberikan ransangan dingin.
  5. Mudah didapat dan murah harganya.

Ada beberapa bahan pelincir yang sering digunakan untuk massage antara lain:

  1. bedak talk
  2. lemak
  3. minyak.

Pengaturan ruangan sangat dibutuhkan saat melakukan pemijatan. Hal-hal yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Ruangan tidak boleh terlalu panas ataupun terlalu dingin.
  2. Penerangan lampu ruangan harus cukup.
  3. Ruangan massage harus bersih dan berdinding putih atau warna segar.
  4. Jendela sebagai fentilasi udara.
  5. Lantai jangan licin dan harus bersih
  6. Ruangan massage sebaiknya dilengkapi kamar mandi.

 

 

 

2.4 Sport Masseur

Sport masseur bisa juga disebut pemijat. Untuk pria biasa disebut masseur saja, sedangkan untuk wanita disaebut masseuse. Syarat utama menjadi sport masseur yaitu sehat jasmani maupun rohani dan dapat mempertanggungjawabkan segala tindakan dalam mengamalkan ilmunya. Oleh karena  itu, masseur harus memiliki beberapa pengetahuan yang berhubungan erat dengan massage, antara lain:

  1. Anatomi.
  2. Fisiologi olahraga.
  3. Kinesiologi
  4. Kesehatan olahraga.

Seorang masseur harus bisa menjaga kondisi tubuhnya agar selalu sehat dan fit, sehingga bisa melakukan tugasnya dengan baik. Biasanya, gangguan atau pengaruh massage bagi masseur antara lain:

  1. Kejang otot masseur

Adalah kekejangan yang sering terjadi pada otot lengan, akibat terlalu lama memberikan massage pada banyak pasien dengan menggunakan manipulasi yang sama.

  1. Salesma (pilek)

Gangguan ini dapat terjadi karena perubahan udara dari panas ke dingin, setelah masseur keluar dari ruangan massage.

  1. Keluhan pada kaki.

Keluhan ini disebabkan karena terlalu lama berdiri memberikan massage. Untuk mengurangi gangguan ini perlu diusahakan tempat duduk.

  1. Keluhan pada punggung

Keluhan pada punggung ini dapat terjadi karena ukuran tinggi bangku yang tidak sesuai dengan tinggi badan masseur.

  1. Kejangkitan

Mengingat bahwa dalam memberikan massage tangan masseur selalu berhubungan dengan tubuh orang lain, maka untuk mencegah kemungkinan terjangkit penyakit kulit, perlu sekalipun para masseur mensterilkan tangannya dengan air hangat atua air biasa yang dicampur dengan obat antiseptic sebelum dan sesudah melakukan massage.

Seorang masseur harus selalu memelihara tangannya dengan sebaik-baiknya dalam arti selalu kering, bersih, hangat, dan kuku harus bersih dan pendek.

 

2.5 Manipulasi massage dan tujuannya.

1. Effleurage /Stroking (Melulut Atau Menggosok)

Menggunakan jari tangan, telapak tangan, buku tangan ataupun punggung tangan. Gerakan melulut ini selalu kearah jantung, dilakukan secara kontinyu dengan tekanan menyesuaikan. Tekanan lemah bila dilakukan untuk kulit dan agak keras sampai keras untuk jaringan bawah kulit (subcutant).

Tujuan diberikan effleurage adalah untuk menetapkan kontak fisik dengan pasien agar tidak terasa asing, berdampak positif secara fisiologis dengan mempercepat pergantian metabolisme dan sangat cocok untuk treatment kecantikan.

2. Petrisage /Kneading (Meremas)

Meremas dengan jari dan tangan dimulai mengangkat, menjepit jaringan otot, mencomot dan meremas. Gerakan meremas dilakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri.

Tujuan manipulasi ini untuk mengembangkan elastisitas, mengaktifkan aliran darah, memperbaiki pergantian nutrisi dan pembuangan (ekskresi), merangsang syaraf motorik,

memperbaiki fungsi otot dan sangat bagus untuk olahragawan dan pekerja keras.

3. Friction /Rubbing (Gerusan)

Menggerus dengan menggunakan jari jempol (jari yang paling kuat), kepalan tangan, pangkal telapak tangan atau dengan siku tangan.

Bertujuan untuk melancarkan system sirkulasi darah, menimbulkan hiperamia, pembesaran serabut otot dari refleks vaskuler, hormonal dan syaraf, baik untuk schele post trauma (regenerasi jaringan) dan akan mengurangi rasa nyeri otot.

4. Tapotament ( Pukulan)

Pukulan secara beruntun dan berirama dengan menggunakan pisau tangan, kepalan tangan atau menguncupkan kedua telapak tangan.

Tujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan pengeluaran nafas (ekspirasi), meningkatkan syaraf vasomotor, menimbulkan suara khas teknik sport massage dan teknik ini jangan diberikan pada otot yang terasa nyeri atau post traumatic.

5. Vibration ( Getaran)

Menggerakkan otot-otot dengan menggetarkan dengan ujung-ujung jari tangan , buku-buku tangan dan pangkal telapak tangan.

Tujuan untuk meningkatkan rasa aman dan ketenangan (sedative) dan sangat berguna untuk proses relaksasi.

6. Shaking  (Goncangan)

Menggoncang-goncangkan sekelompok otot dengan pisau tangan atau dengan telapak tangan secara berurutan antara tangan kanan dan kiri.

Tujuan untuk merelaksasikan otot, merangsang syaraf motorik, mempercepat aliran darah, dan sangat efektif untuk mengatasi kram otot.

7. Shiatsu (Menekan)

Menekan sekelompok otot dengan ibu jari atau dengan dua ibu jari , dengan kepalan tangan atau dengan siku tangan.

Tujuan untuk meningkatkan pervusi darah / aliran darah dan sangat bagus untuk meningkatkan / menaikkan tekanan darah serta untuk mengecek kekuatan otot.

8. Cabikan

Hampir Sama dengan gerakan petrisage hanya gerakan cabikan ini lebih cepat dan hanya menggunakan ujung jari tangan saja. Bertujuan untuk mempercepat sirkulasi darah, sangat bagus untuk hipotensi.

9. Sapuan

Gerakan menyapu secara bolak balik dengan menggunakan ujung jari tangan terutama pada daerah punggung (posterior), dilakukan secara berirama cepat dan bisa secara tidak beraturan gerak sapuannya.

Bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah dengan cepat dan sangat efektif untuk penderita hipotensi.

10. Tarikan

Gerakan menarik jari-jari tangan dan kaki, lengan bawah dan atas, tungkai bawah dan tungkai atas. Bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas persendian.

11. Peregangan

Gerakan meregangkan (stretching) otot-otot tertentu dengan maksud untuk mengefektifkan penanganan cedera otot, sebagai sarana warming-up dan cooling down.

12. Melipat Kulit ( Skin rolling)

Manipulasi ini dimaksudkan untuk melepaskan kulit dari jaringan ikat, dan melebarkan pembuluh kapiler (rambut) dibawah kulit. Bertujuan untuk mempertinggi tonus dan memperbaiki pertukaran zat serta peredaran darah dibawah kulit.

BAB III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Sport massage merupakan teknik memijat/melulut dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang lunak dengan prosedur manual ataupun mekanik yang dilaksanakan secara metodik dan ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis , profilaktik dan terapeutik/pengobatan pada tubuh. Sport massage adalah jenis pijat yang umumnya diberikan sebelum, selama, dan setelah kegiatan olahraga untuk membantu menyiapkan atlet dalam menghadapi pertandingan, untuk relaksasi otot dan mencegah cedera.

Macam-macam teknik manipulasi gerakan pada massage antara lain:

Efflurage, Petrisage, Shaking, Tapotement, Friction, Vibration, Extention, Wallken, Skin rolling, Sapuan, Peregangan, dan Cabikan.

3.2 Saran

Bagi para pembaca khususnya olahragawan disarankan bahwa sport massage sangat dibutuhkan untuk membantu menyiapkan atlet dalam menghadapi pertandingna dan untuk relaksasi otot dan mencegah cedera. Dan disarankan bagi para pembaca bahwa makalah ini kurang dari kesempurnaan maka diharapkan membantu kesempurnaan makalah ini.

DAFTAR  PUSTAKA

 

Rahim . S.A. dr, Massage Olahraga, Pustaka Merdeka Cet I,1987

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sport Massage, Dit. Jen. Pendidika Luar Sekolah, Pemuda dan Olahraga Departemen Pendidikan dan Kebudayaan R.I Dip. Tahun 1980/1981

Basoeki Hadi. Drs, Sulistyorini.Drs. M.Pd,2009, Sport Massage seni pijat untuk atlit/olahragawa dan umum.Tingola:Jakarta

chichibernardus. 2008. Pijat Sport. http://www.chichibernardus.com. 06 agustus

 

 

 

 

 

5 responses to “makalah sport massage

  1. Thankz Y0w,
    Ngebantu bgt dlm pengerjaan tugasq ^_^
    ada gug yg ttg massage laena??? bukan hanya sport massage???

  2. thanks bahan nya
    dapat memudahakan mahasiswa mencari tugas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s